Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penghiliran Nikel, Ketua Kadin: Seharusnya Dilakukan Dari Dulu!

Program hilirisasi nikel yang tengah dijalankan pemerintah akan menyumbang penerimaan negara hingga US$10 miliar dari hasil ekspor.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  21:14 WIB
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. -  Tempo / EKO WAHYUDI.
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. - Tempo / EKO WAHYUDI.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tengah gencar merealisasikan program hilirisasi nikel. Pasalnya, program tersebut menyumbang signifikan pada penerimaan negara dan nilai tambah ekonomi nasional.

"Kami lihat ini positif dan seharusnya kita lakukan dari dahulu kita," jelas Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani saat menghadiri talkshow bertajuk Economic Challenges di MetroTV, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, program itu harus terus diperbaiki. Pasalnya, penyerapan tenaga kerja hasil program itu terbilang signifikan.

Di sisi lain, jelas dia, transfer pengetahuan juga terjadi dengan hadirnya investor asing di sektor pengolahan nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara. Apalagi, jelas dia, peningkatan ekonomi mulai terjadi di kawasan sekitarnya.

"Ke depan, dampaknya dirasakan juga oleh produk turunannya. Kita pengusaha sangat mendukung ya, pengusaha kita juga ada yang masuk," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan memprediksi dengan program hilirisasi nikel yang tengah dijalankan pemerintah akan menyumbang penerimaan negara hingga US$10 miliar dari hasil ekspor.

“Dengan hilirisasi, paling tidak sudah menyumbang tahun ini [2020] perkiraan kami US$ 10 miliar. Kemudian Pariwisata kami harap juga bisa me-rebound kalau bisa naik berapa persen juga akan berdampak ke [ekonomi] kita,” ujarnya dalam Webinar bertajuk Investasi di tengah Pandemi, Sabtu, (25/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia tengah berfokus untuk menyasar program hilirisasi hasil pertambangan. Luhut menegaskan hilirisasi hasil pertambangan akan menjadi program berlanjutan yang dibutuhkan oleh generasi muda ke depan.

Dia mengungkapkan dirinya telah menyampaikan potensi hilirisasi kepada Presiden RI, Joko Widodo. “Saya lapor presiden bahwa kita harus tahu turunannya. pasti orang engga suka, tetapi selang beberapa tahun mereka pasti mensyukuri bapak [Jokowi] telah buat ini’,"ungkap Luhut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin hilirisasi Nikel
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top