Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Berbayar, Pengguna Tol Balsam Turun Sampai 76%

Pengguna jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) mengalami penurunan sampai 76 persen dibandingkan dengan pertama kali dibuka untuk umum, setelah dikenakan tarif Rp1.000 per kilometer.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  19:00 WIB
Jalan tol Balikpapan--Samarinda sepanjang 99,35 km ini menghubungkan dua kota terbesar di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan dan Samarinda. - Kementerian PUPR
Jalan tol Balikpapan--Samarinda sepanjang 99,35 km ini menghubungkan dua kota terbesar di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan dan Samarinda. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengguna jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) mengalami penurunan sampai 76 persen dibandingkan dengan pertama kali dibuka untuk umum, setelah dikenakan tarif Rp1.000 per kilometer.

Dari data rekapitulasi jumlah Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) tol Balsam yang didapatkan Bisniscom dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada Jumat (24/7/2020), jumlah pengguna tol pertama di Kalimantan tersebut sampai 22 Juli 2020 kini berada di angka 2.242 pengendara.

Ruas tol yang dibuka dan dioperasikan oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) ini adalah seksi 2, 3, dan 4. Tol ini telah beroperasi dan dibuka sejak Desember 2019 lalu, menghubungkan Samboja sampai Jembatan Mahkota 2, Kota Samarinda.

Sejak dibuka Desember 2019 lalu, seksi 2- seksi 4 tol Balsam dengan panjang sekitar 64,87 kilometer beroperasi tanpa tarif alias gratis bagi para pengendara yang melewati tol tersebut.

Selanjutnya, pada 14 Juni 2020 lalu ruas tol ini mulai memberlakukan tarif berdasarkan Kepmen PUPR Nomor: 534/KPTS/M/2020, dengan tarif Rp1.000 per kilometer.

Grafik penurunan tampak jelas dari rekapitulasi pengguna tol Balsam. Sejak pertama dibuka, tercatat angka LHR berada di posisi 9.427 pengendara.

Kemudian pada Januari 2020, angka LHR turun ke posisi 7.293 pengendara setiap harinya. BPJT menyatakan penurunan ini terjadi setelah euforia masyarakat di awal pengoperasioan tol Balsam.

Setelah itu di Februari 2020, LHR tol ini naik ke posisi 8.048 pengendara. Namun mulai periode Maret sampai data terakhir di 22 Juli, angka LHR kembali merosot.

Maret 2020 misalnya di angka 6.928 pengendara. Kemudian April 2020 menjadi 3.559 pengendara. Angka ini sempat naik ke posisi 3.820 di periode Mei 2020, dan ke angka 5.337 di Juni 2020. Namun kini sampai 22 Juli 2020, LHR tol anjlok ke posisi 2.242 pengendara.

Untuk penurunan di Maret-April, BPJT menilai dikarenakan pandemi Covid-19, termasuk Mei-Juni karena angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode pembukaan Desember 2019 lalu.

Sementara untuk periode Juni sampai 22 Juli 2020, pengguna tol Balsam dinilai merosot sampai 76 persen dibandingkan periode pembukaan akibat pemberlakuan tarif, yang diterapkan sejak 13 Juni 2020 sampai 30 Juni 2020.

Sebelumnya seperti dimuat di Bisnis.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur Bidang Infrastruktur, Muhammad Adam mengatakan bahwa besaran tarif yang diterapkan terlalu mahal.

“Kalau saat ini pengendara dikenakan Rp83,500 dengan panjang 66 kilo meter. Hitungan awal saat itu adalah Rp1.000 per kilometer. Jadi maksimal Rp99.000,” katanya saat ditemui di Balikpapan, Kamis (4/6/2020).

Adam menjelaskan bahwa pada saat wacana awal Rp1.000 per kilometer, sudah banyak warga Kaltim yang keberatan. Kini, dia terima banyak keluhan.

“Kita berharap sebelum berlaku ada permintaan dari Gubernur Kaltim untuk dievaluasi. Waktu itu kita usulkan Rp50.000 untuk 99 kilometer. Berdasarkan surat tersebut, tarif berlaku mulai 23 Juni,” jelasnya.

Pertimbangan dari legislatif tersebut mengacu pada pemerintah Kaltim juga turut berkontribusi dalam pembangunan. Dari proyek yang memakan Rp9,5 triliun tersebut, Bumi Etam mengucurkan sekitar Rp3 triliun dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tarif tol tol balikpapan-samarinda
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top