Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Strategi Normal Baru Pelindo III: Stimulus Eksportir!

Pelindo III telah mempersiapkan strategi pada masa normal baru dengan cara memberikan stimulus kepada eksportir agar bisa menggerakkan perekonomian nasional.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  15:15 WIB
Ilustrasi terminal peti kemas di Semarang.  - Dok. Pelindo III
Ilustrasi terminal peti kemas di Semarang. - Dok. Pelindo III

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III telah menyusun sejumlah strategi guna mengadaptasi kenormalan baru dilakukan sebagai upaya stimulasi perekonomian dan mendorong ekspor.

Direktur Utama Pelindo III Saefudin Noer mengatakan antisipasi dari sisi manusia merupakan yang utama dan setelah itu baru dari sisi operasi.

"Kami mau tidak mau harus adaptasi sehingga SDM kami diselamatkan diperkuat kesehatannya, pada wilayah kami ada titik tertentu zona merah, setengah karyawan WFH, jam kerja dikurangi, multivitamin, physical distancing," jelasnya, Rabu (22/7/2020).

Pihaknya melakukan sejumlah upaya pemulihan di masa adaptasi kebiasaan baru diantaranya melalui perubahan masa openstack kapal dari 3 hari menjadi 5 hari. Pola ini diklaim memberikan efisiensi biaya sebesar 65 persen karena peti kemas ekspor dari pabrik langsung ke terminal peti kemas. Hal ini menguntungkan para eksportir dan forwarding.

Menurutnya ada pula kebijakan mengubah masa penumpukan peti kemas kosong impor dari 3 hari menjadi 7 hari, masa pertama dihitung 7 hari pertama. Sementara hari ke-8 dan seterusnya dikenakan tarif tetap yang dihitung per hari sebesar tarif masa pertama yang berlaku.

Dengan begitu, imbuhnya, pola ini memberikan efisiensi biaya sebesar 44 persen karena eksportir dapat langsung mengambil peti kemas ke terminal untuk dibawa ke pabrik, upaya ini sebagai stimulus peningkatan ekspor dan tentunya menguntungkan bagi eksportir.

Selain itu, kata dia, Pelindo III memberi kemudahan berupa transhipment antar terminal dengan menurunkan biaya terminal handling charge (CHC) peti kemas domestik khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak.

Kesepakatan dilakukan antara Pelindo III dengan perusahaan pelayaran, diskon tarif transhipment ditetapkan sebesar 35 persen dari tarif paket bongkar muat. Eksportir akan mendapatkan manfaat sehingga dapat menstimulasi ekspor, yang terkait dengan ini pelayaran, eksportir/consignee, dan forwarding.

Pihaknya juga memberikan program kepastian waktu sandar dan ketersediaan tambatan antar pelabuhan dalam rute tertentu pada perusahaan pelayaran peti kemas guna meningkatkan kinerja dan produksi.

Program ini mempersingkat waktu turn round voyage (TRV) sehingga memberikan efisiensi antara 28-33 persen untuk pelayaran seperti rute Surabaya-Banjarmasin. Utilisasi kapal peti kemas juga dapat meningkat hingga 30 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor pelindo iii pelabuhan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top