Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Pelni Hemat Biaya Operasi Miliaran Rupiah

Pelni melakukan sejumlah efisiensi selama pandemi Covid-19 untuk menghemat biaya operasional, khususnya pada kapal penumpang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  13:26 WIB
KM Kelud mempunyai kapasitas 2000 penumpang. Rute A : Tg. Priok - Pulau Batam - Tg. Balai Karimun - Belawan (PP). Rute B : Tg. Priok - Kijang - Pulau Batam - Belawan (PP). - Antara
KM Kelud mempunyai kapasitas 2000 penumpang. Rute A : Tg. Priok - Pulau Batam - Tg. Balai Karimun - Belawan (PP). Rute B : Tg. Priok - Kijang - Pulau Batam - Belawan (PP). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni melakukan sejumlah efisiensi di masa adaptasi kebiasaan baru, efisiensi ini dapat diklaim mencapai miliaran rupiah.

Direktur Armada Pelni Tukul M. Harsono mengatakan, berdasarkan catatan yang dimilikinya, tak kurang dari 50 pelabuhan yang menutup aktivitasnya. Adapun, sejak Covid-19 merebak di Indonesia pertengahan Maret 2020, sejumlah pemerintah daerah menutup akses pelabuhan bagi aktivitas kapal penumpang.

Dia menyebut komponen biaya terbesar untuk pengoperasian kapal berasal dari belanja bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai lebih dari 50 persen. Saat ini armada kapal Pelni mendapatkan suplai BBM dari PT Pertamina (Persero).

"Dalam rangka efisiensi pemakaian BBM kami sudah melakukan lompatan dalam hal pengawasan dan pengendalian konsumsi BBM dengan pengembangan IT khususnya untuk kapal-kapal penumpang yang mengambil porsi konsumsi terbesar," paparnya, Kamis (23/7/2020).

Dia membandingkan pada 10 tahun lalu mengoperasikan 26 kapal dengan jarak tempuh mencapai 114.012 mil dengan pemakaian 13.535.000 liter per pelayaran, artinya rata-rata pemakaian sebesar 118 liter/mil.

Saat ini pemakaiannya 8.950.000 liter per voyage dengan jarak tempuh 105.220 mil. Artinya pemakaian rata-rata 85 Liter/mil, sehingga terdapat penurunan rata-rata sebesar 27 persen.

"Jadi bisa dihitung besaran efisiensi yang dapat kami lakukan," imbuh Tukul.

Meski membeli BBM dengan harga subsidi sesuai Perpres No. 191/2014, Tukul menegaskan bahwa upaya efisiensi akan terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang terus diperbarui dan tetap mengedepankan standar keamanan pelayaran internasional.

Upaya efisiensi di sisi armada, Pelni melakukan sejumlah inovasi yang berbasis perangkat lunak (software) maupun keras (hardware). Untuk memastikan konsumsi BBM yang ekonomis, Tukul menjelaskan, Pelni telah memasang perangkat Vessel Web Analyzer (VMA) di setiap kapal penumpang.

VWA merupakan perangkat software yang dapat memantau konsumsi BBM secara real-time. Tukul menyebutkan penggunaan teknologi VWA sangat memudahkan pemantauan konsumsi BBM karena dapat diakses melalui smartphone dengan penyajian data yang diperbarui setiap menit.

"Pelni sudah menggunakan teknologi VWA sejak 2017 dan akhir 2019 kemarin sudah digunakan di seluruh kapal penumpang Pelni," tegasnya.

Dengan VWA, ditambah dengan sinergi antar BUMN bersama PT Sucifindo, dalam rangka pengawasan BBM independent pada saat supply/bunker. Dia yakin bahwa optimalisasi konsumsi BBM di kapal-kapal milik Pelni dapat mendukung upaya efisiensi perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal pelni
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top