Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Paksa Pemilik Tunda Pembukaan Ruang Ritel Baru

Penyewa kategori peritel kecil yang tidak dapat bertahan memutuskan untuk tutup secara permanen.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  17:33 WIB
Suasana lengang terlihat di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat
Suasana lengang terlihat di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 berdampak pada pusat perbelanjaan sehingga tidak ada penambahan pasokan ruang ritel pada semester pertama tahun ini.

Executive Director Retail Cushman & Wakefield Lini Djafar mengatakan bahwa pada awal Juni, pemerintah mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pada masa PSBB transisi ini, pusat perbelanjaan di Jakarta diizinkan untuk mulai beroperasi secara bertahap mulai 15 Juni dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat termasuk membatasi jumlah pengunjung secara umum.

Ritel sektor rekreasi seperti bioskop, pusat kebugaran, karaoke, tempat bermain anak, dan tipe operator lain yang dianggap berisiko tinggi dalam penyebaran Covid-19, masih dalam tahap peninjauan untuk pembukaan kembali di fase relaksasi PSBB selanjutnya.

Pasokan baru ruang ritel dari beberapa proyek seperti Green Sedayu Mall dan Senayan Park yang pada awalnya dijadwalkan buka pada kuartal pertama 2020 diproyeksikan untuk masuk ke pasar pusat perbelanjaan Jakarta pada kuartal ketiga.

"Tidak ada pasokan baru yang tercatat di 6 bulan pertama 2020 dan beberapa proyek yang direncanakan dibuka di 2020 telah ditunda hingga 2021," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (23/7/2020).

Dia menuturkan bahwa seperti perkiraan, penutupan sementara mal selama 3 bulan telah menimbulkan dampak pada para penyewa dengan beberapa peritel kecil yang tidak dapat bertahan memutuskan untuk tutup secara permanen.

"Hal ini menyebabkan penurunan tingkat hunian pusat perbelanjaan secara umum sebesar 1,3 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 79,5 persen," kata Lini

Keadaan ini dipersulit dengan kondisi jumlah pengunjung yang terbatas di mal sehingga beberapa peritel memutuskan untuk memperpanjang masa fit-out atau menunda aktivitas fit-out hingga waktu yang tidak ditetapkan dalam waktu dekat, yang menambah tantangan pada tingkat hunian pada kuartal kedua 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat perbelanjaan ruang ritel
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top