Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indocement (INTP) Fokuskan Penjualan di Jabodetabek

Indocement akan meningkatkan pelayanan ke konsumen dengan mendekatkan sales representative di berbagai daerah.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  10:36 WIB
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (4/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (4/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. masih akan memfokuskan penjualan di area Jabodetabek dan mengoptimalkan pengantaran semen di terminal-terminal perseroan.

Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) Antonius Marcos mengatakan bahwa perseroan akan meningkatkan pelayanan ke konsumen dengan mendekatkan sales representative di berbagai daerah. Selain itu, lanjutnya, perseroan akan tetap melakukan efisiensi dalam pada biaya bahan bakar dan biaya produksi.

"Kami optimistis semester II/2020 akan lebih baik dari semester I/2020. Untuk ekspor, kami masih menjajaki pasar-pasar ekspor yang potensial," katanya kepada Bisnis, Rabu (22/7/2020).

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) sebelumnya mengarahkan agar pabrikan semen untuk meningkatkan alokasi produksi untuk pasar global. Pasalnya, permintaan di di dalam negeri masih rendah dan pemerintah memotong anggaran proyek konstruksi pada tahun ini.

Selain mendorong ekspor, ASI juga mendorong supaya pabrikan meningkatkan distribusi di wilayah Indonesia bagian timur. Ketika menanggapi hal itu, Marcos menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki terminal semen di Lombok.

"Optimalisasi semen dari terminal tersebut yang kami genjot untuk lebih meningkatkan market share kami di zona tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan bahwa pertumbuhan konsumsi di dalam negeri cukup menantang lantaran adanya pengalihan sebagian anggaran konstruksi ke anggaran penanganan Covid-19. Dengan demikian, strategi yang akan diterapkan pabrikan pada semester II/2020 adalah melanjutkan strategi semester I/2020 yakni menggenjot performa ekspor.

Performa ekspor pada 6 bulan pertama 2020 membuat defisit konsumsi semen berkurang. Pasalnya, performa ekspor semen selama Januari—Juni 2020 tumbuh 29 persen secara tahunan menjadi 800.000 ton.

"Satu-satunya jalan untuk meningkatkan produksi adalah melalui peningkatan ekspor klinker dan semen," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement semen
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top