Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sampai Juni 2020, 50 Investor Masuk Kawasan Industri, 29 PMA

Bila diperinci asal negaranya, 29 investor asing yang masuk ke Indonesia, sebanyak 10 investor berasal dari Korea Selatan, 7 investor Jepang, 3 investor China, 1 investor Amerika Serikat, dan 8 lain-lain.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  18:19 WIB
Sampai Juni 2020, 50 Investor Masuk Kawasan Industri, 29 PMA
Ilustrasi: Kawasan industri Jababeka, Cikarang. - jababeka.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Himpunan Kawasan Industri Indonesia menyatakan bahwa sampai Juni 2020, sebanyak 50 investor atau perusahaan sudah masuk ke kawasan industri yang ada di Tanah Air.

Ketua Umum HKI yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar menjelaskan dari 50 perusahaan itu, dominan berasal dari luar negeri.

"Dari total 50 investor yang masuk ke kawasan industri sampai Juni 2020 ini, sebanyak 29 investor kategori penanaman modal asing, dan 21 investor kategori penanaman modal dalam negeri," ujarnya kepada Bisnis Rabu (22/7/2020).

Dia menyebut 50 investor tersebut masuk ke total 17 kawasan industri di Indonesia dengan luas lahan yang dipakai mencapai 139,31 hektare. Sebanyak 29 PMA menempati 99,44 hektare lahan dan 21 PMDN menggunakan 44,87 hektare.

Bila diperinci asal negaranya, 29 investor asing yang masuk ke Indonesia, sebanyak 10 investor berasal dari Korea Selatan, 7 investor Jepang, 3 investor China, 1 investor Amerika Serikat, dan 8 lain-lain.

Bisnis yang dominan dibuka oleh para investor baru ini tersebar di beberapa sektor mulai dari otomotif dan turunannya. "Kemudian food, logistik, chemical, dan industri manufaktur lainnya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri penanaman modal asing
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top