Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cathay Pacific Hadapi Kerugian Terbesar Sepanjang Sejarah

Cathay akan menjadi kerugian terbesar sepanjang sejarah perusahaan berdiri. Kerugian terbesar sebelumnya terjadi puncak krisis keuangan global 2008, ketika perusahaan kehilangan HK$8,6 miliar.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  14:24 WIB
Cathay Pacific Airways memperkirakan perusahaan akan merugi hingga HK9,9 miliar atau US 1,28 miliar pada semester I/2020. - philippineflightnetrwork.com
Cathay Pacific Airways memperkirakan perusahaan akan merugi hingga HK9,9 miliar atau US 1,28 miliar pada semester I/2020. - philippineflightnetrwork.com

Bisnis.com, JAKARTA - Cathay Pacific Airways memperkirakan perusahaan akan merugi hingga HK$9,9 miliar atau US$ 1,28 miliar dalam enam bulan pertama tahun 2020.

Menurut South China Morning Post, ini akan menjadi kerugian terbesar sepanjang sejarah perusahaan berdiri. Kerugian terbesar sebelumnya terjadi puncak krisis keuangan global 2008, ketika perusahaan kehilangan HK$8,6 miliar.

Manajemen maskapai mengungkapkan kerugian ini dipicu oleh pandemi Covid-19. Posisi keuangan Cathay berbalik negatif pada semester I/2020, setelah mencetak laba bersih HK$ 1,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan mengatakan 16 pesawat Cathay Pacific dan Cathay Dragon tidak akan kembali beroperasi hingga musim panas 2021, yang menyebabkan kerugian sekitar HK$2,4 miliar.

Ini adalah pertama kalinya maskapai ini memperkirakan berapa banyak pesawat yang diperlukan untuk mengoperasikan jadwal optimal pasca-pandemi, sehingga memberikan indikasi ukuran perusahaan yang lebih baik dan berapa banyak staf yang pada akhirnya akan dibutuhkan.

Maskapai ini telah merugi hingga HK$3 miliar sebulan sejak Februari karena pandemi ini melumpuhkan industri penerbangan di seluruh dunia.

Setelah memenangkan persetujuan pemegang saham pada hari Senin lalu (13/7/2020) untuk melakukan restrukturisasi modal HK$39 miliar, Cathay kini mengalihkan perhatiannya untuk merombak bisnis agar cocok untuk dunia pasca-pandemi.

Dikutip dari South China Morning Post, maskapai ini juga mengantongi HK$680 juta dari skema subsidi dunia usaha dari pemerintah Hong Kong pada Selasa (14/7/2020).

Lam mengungkapkan maskapai akan tetap berhati-hati dan gesit untuk menjalankan operasional dan layanan penerbangan.

Pada Juni lalu, Cathay hanya mengangkut kurang dari 1 persen volume penumpang pesawat. Perusahaan kini hanya melayani rata-rata 900 orang per hari, jauh berkurang dari rata-rata 100.000 penumpang per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan cathay pacific
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top