Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Desa Tirtoadi Jadi Titik Silang Tol Jogja-Solo, Jogja-Kulonprogo, Jogja-Bawen

Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi desa istimewa, karena akan menjadidi titik pertemuan tiga proyek tol, yaitu Tol Jogja-Solo, Jogja-Kulonprogo, dan Jogja-Bawen. Ketiga proyek tol itu akan menggusur 561 lahan pertanian.
Lajeng Padmaratri
Lajeng Padmaratri - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  16:26 WIB
Letak wilayah Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman DIY
Letak wilayah Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman DIY

Bisnis.com, JOGJA - Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi desa istimewa, karena akan menjadidi titik pertemuan tiga proyek tol, yaitu Tol Jogja-Solo, Jogja-Kulonprogo, dan Jogja-Bawen. Ketiga proyek tol itu akan menggusur 561 lahan pertanian.

Di Tirtoadi akan dibangun simpang susun dan menjadi titik pertemuan antara Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Jalan tol akan dibangun di atas Selokan Mataram. Tol Jogja-Bawen yang melintasi DIY paling banyak memakan bidang tanah di Desa Tirtoadi. Sedikitnya 277 bidang tanah di desa ini akan dipakai untuk jalur Tol Jogja-Bawen.

Secara keseluruhan ada 561 lahan sawah di desa Tirtoadi yang tergusur dengan adanya tiga proyek tol tersebut.

Berdasarkan data Dispertaru DIY, jalan Tol Jogja-Bawen akan melewati tiga kecamatan di Sleman, yakni Tempel, Seyegan, dan Mlati dan Di Kecamatan Tempel, tol akan melewati Desa Banyurejo (166 bidang lahan), Tambakrejo (88 bidang), dan Sumberrejo (12 bidang). Di Kecamatan Seyegan, Tol Jogja-Bawen akan melintasi Desa Margokaton (190 bidang), Margodadi (76 bidang) dan Margomulyo (106 bidang). Sementara untuk Kecamatan Mlati, jalur tol ini hanya melewati Desa Tirtoadi.

Rencana pembangunan Tol Jogja-Bawen segera disosialisasikan di desa-desa yang dilewati di Kabupaten Sleman pada bulan ini. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan sosialisasi akan melibatkan pemilik lahan yang terdampak atau pihak yang diberi kuasa.

“Kami akan mengadakan sosialisasi itu di desa sesuai jadwal, baru pekan ketiga Juli. Besok ketika sosialisasi kami melibatkan pemilik lahan atau yang diberi kuasa, para warga terdampak,” kata Krido yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim Persiapan Tol Trase Jogja-Bawen ketika dihubungi Harian Jogja melalui ponsel pada Kamis (9/7), seperti dilaporkan Harianjogja.com, Jumat (10/7/2020).

Saat sosialisasi, pihaknya akan mengidentifikasi apakah ada objek tertentu yang dilewati trase tol ini, mulai dari rumah ibadah dan lembaga pendidikan.

"Kalau ada rumah ibadah atau sekolah yang dilewati tol, kami harus melihat kondisi di lapangan ketika sosialisasi. Termasuk apakah terkena halamannya saja atau bangunannya," ujarnya.

Menurutnya, akan ada perlakuan berbeda pada objek yang dilewati tol berkaitan dengan pembebasan lahan. Sebuah bangunan tidak akan serta-merta langsung dipindah jika terkena imbas pembangunan tol, sebab harus diperhitungkan dulu apakah hanya terimbas sekian meter pada terasnya atau keseluruhan area.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sleman tol Bawen-Jogja tol solo-yogyakarta

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top