Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin Komentari Serapan Anggaran yang Minim

Dua faktor utama dianggap menjadi biang keladi di balik minimnya serapan anggaran negara pada semester I/2020.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  20:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020)./ FOTO ANTARA - Puspa Perwitasar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020)./ FOTO ANTARA - Puspa Perwitasar

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha melihat terdapat dua faktor utama yang membuat serapan anggaran negara pada semester I/2020 tergolong minim.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Johnny Darmawan menjelaskan bahwa faktor birokrasi dan faktor psikologis meminimalisir serapan anggaran negara tersebut.

“Pertama terkendala di birokrasi. Jadi, birokrasi kan kalau mau mengeluarkan [anggaran] itu ada beberapa departemen, dari BI [Bank Indonesia] menyediakan dananya, OJK [Otoritas Jasa Keuangan] bikin peraturan, karena birokrasi dikaitkan dengan banyak departemen yang terlibat dan koordinasi kurang cepat,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (9/7)

Lebih lanjut, Johnny mengatakan bahwa faktor kedua ada faktor psikologis, karena dalam keadaan krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tentunya BI dan OJK akan lebih hati-hati dalam merealisasikan anggaran negara.

“Kedua adalah masalah psikologis karena dalam krisis ini mereka takut dan mengeluarkan uangnya hati-hati. Pengalaman yang dulu seperti BLBI dan Century dan takutnya ini kan duit banyak [yang ingin dikeluarkan] dan sekarang keadaan sedang genting, ini yang membuat birokrasi jadi ketat, dan kebutuhan administrasi jadi butuh waktu,” jelasnya.

Johnny pun menyarankan bahwa langkah yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah untuk segera membenahi kedua faktor tersebut.

“Dimulai dari administasi yang dibuat lebih mudah [untuk merealisasikan anggaran], tetapi  dengan tetap memperhatikan akuntabilitas dan tidak lepas dari prinsip good corporate governance [tata kelola perusahaan yang baik],” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin birokrasi Serapan Anggaran
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top