Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik TLI Mampu Produksi 20 Ton LPG Per Jam

Pengintegrasian kilang aromatik dengan olefin dan hilirnya di kompleks TPPI akan meningkatkan efisiensi produksi serta daya saing.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  18:23 WIB
Pabrik Petrokimia. - Istimewa
Pabrik Petrokimia. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja anak usaha PT Tuban Petrochemical Industries,  yakni PT Trans Pacific Petrochemical Indotama diyakini akan makin baik pada masa depan seiring dengan kemampuan produksi yang terus bertambah.

Paling baru, TPPI  menerima pengelolaan dan pengoperasian kilang liquefied petroleum gas (LPG) PT Tuban LPG Indonesia (TLI) dari negara.

Direktur Utama TubanPetro Sukriyanto menyampaikan bahwa pabrik TLI mampu memproduksi LPG sebanyak 20 ton per jam. Alhasil dalam sehari mampu memproduksi elpiji sebanyak 480 ton sehingga produksi dalam setahun dapat mencapai 175.200 ton. Kilang TLI ini mendapat pasokan bahan baku dari gas buang hasil proses produksi TPPI yang kemudian diproses menjadi LPG.

“Jika tidak ada pabrik elpiji, maka kapasitas produksi yang saya sebutkan tadi, hanya akan terbuang ke udara. Sementara jika diintegrasikan, dapat diubah menjadi elpiji, hasilnya dapat dijual di dalam negeri sehingga mengurangi impor dan TPPI mendapat sumber pemasukan baru yang dapat mendorong kinerja keuangan menjadi lebih baik,” ujar Sukriyanto dalam siaran pers, Kamis (9/7/2020). 

Sukriyanto menambahkan bahwa saat ini TubanPetro sebagai perpanjangan tangan Pertamina berkomitmen untuk melaksanakan penugasan pemerintah untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi TPPI melalui revamp platformer dan revamp aromatik yang akan selesai tepat waktu. 

Revamp platformer bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan unit platforming dari 50.000 barel per hari menuju 55.000 barel per hari.

Adapun, revamp aromatik adalah untuk memproduksi 780.000 ton per tahun paraxylene dari  kapasitas saat ini sebesar 600.000 ton. Hal ini dilakukan untuk menaikkan pendapatan perusahaan dan memenuhi kebutuhan domestik paraxylene, serta menurunkan impor.

Pengintegrasian kilang aromatik dengan olefin dan hilirnya di kompleks TPPI akan meningkatkan efisiensi produksi serta daya saing. Hal ini merupakan langkah strategis yang akan dilakukan Pertamina, menyusul masuknya Pertamina sebagai TubanPetro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina lpg
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top