Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FDA AS Keluarkan Izin Pemasaran IQOS Milik Philip Morris

IQOS milik Philip Morris merupakan produk kedua yang mendapatkan label produk tembakau dengan risiko yang dimodifikasi dari FDA AS.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  15:25 WIB
Vape - Istimewa
Vape - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration /FDA) memberikan izin pemasaran untuk IQOS, produk tembakau yang dipanaskan secara elektrik dari Philip Morris International.

Berdasarkan keterangan resminya, FD AS menyebutkan IQOS merupakan produk tembakau dengan risiko yang dimodifikasi (Modified Risk Tobacco Product/MRTP).

Terkait ini, FDA AS mengkategorikan IQOS sebagai produk kedua yang mendapatkan label MRTP dan produk nikotin elektronik pertama dan satu-satunya yang diberikan izin pemasaran melalui proses MRTP FDA.

“Melalui proses aplikasi produk tembakau dengan risiko yang telah dimodifikasi, FDA ingin memastikan bahwa informasi yang ditujukan kepada konsumen mengenai produk tembakau ini memiliki risiko lebih rendah dan hasil penelitian didukung oleh bukti ilmiah,” kata Direktur Pusat Produk Tembakau FDA Mitch Zeller J.D, Kamis (9/7/2020).

Lebih lanjut, FDA menyatakan data yang telah dikirimkan oleh perusahaan juga menunjukkan pemasaran produk ini dapat membantu perokok dewasa yang kecanduan yang berkomitmen untuk beralih dari produk rokok konvensional.

FDA menambahkan penggunaan produk rokok dengan sistem yang dipanaskan secara elektrik mengurangi paparan bahan kimia berbahaya kepada para perokok yang berniat beralih dari produk rokok konvensional.

Meskipun telah mengeluarkan izin terhadap produk ini, lembaga ini mengungkapkan bahwa produk ini tidak aman dan tidak menyarankan penggunaan produk ini kepada konsumen terutama anak muda yang tidak merokok atau ingin merokok.

"Keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] Amerika Serikat [US FDA] hari ini adalah tonggak bersejarah bagi kesehatan masyarakat yang menunjukkan bahwa IQOS merupakan produk tembakau yang secara fundamental berbeda dengan rokok dan merupakan pilihan lebih baik bagi perokok dewasa yang mengalami kesulitan untuk berhenti merokok,” kata Chief Executive Officer Philip Morris International, André Calantzopoulos.

Calantzopoulos mengapresiasi hasil penelitian tersebut dan berharap ini mampu menjadi pemandu bagi perokok dewasa di Amerika Serikat. Pilihan terbaik untuk kesehatan adalah tidak pernah mulai merokok atau berhenti sama sekali.

Namun, bagi mereka yang tidak berhenti merokok, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah beralih ke produk bebas asap yang telah diuji dan dibuktikan secara ilmiah. Pada tanggal 31 Maret 2020, PMI memperkirakan bahwa sekitar 10,6 juta perokok dewasa di seluruh dunia telah berhenti merokok dan beralih ke IQOS.

“Kami percaya bahwa keputusan FDA tersebut dapat membantu mempercepat transisi perokok dewasa di Amerika Serikat untuk meninggalkan rokok. Kami, bersama dengan pemegang lisensi kami di Amerika Serikat, Altria, berkomitmen untuk mencegah penggunaan yang tidak diinginkan dan sepenuhnya mendukung fokus FDA dalam melindungi generasi muda,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tembakau rokok elektrik
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top