Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek Penerbangan Nasional, Alvin Lie: Masih Gelap!

Pemerhati penerbangan Alvin Lie menilai prospek industri penerbangan nasional masih sangat gelap akibat pandemi Covid-19.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  21:35 WIB
Suasana sepi terlihat di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana sepi terlihat di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Industri penerbangan masih diproyeksikan gelap dalam beberapa waktu ke depan, paling cepat penerbangan dapat pulih pada 2021 mendatang dengan tren penggunaan pesawat berukuran kecil.

Pemerhati penerbangan sekaligus anggota Ombudsman Alvin Lie mengatakan prospek industri maskapai masih gelap karena musibah pandemi virus Covid-19 tidak hanya menimpa Indonesia, melainkan seluruh dunia.

"Prospeknya masih sangat gelap tidak hanya redup, gelap, karena industri transportasi udara di semua negara sedang terkena musibah ini. Rute internasional praktis hampir nol, hanya angkut kargo atau repatriasi penduduk," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya Indonesia masih tertolong karena maskapai masih ada pasar domestiknya, perlu diperhatikan negara-negara kecil yang potensi penerbangan domestiknya sedikit, andalannya rute internasional, tentunya ini berat bagi para maskapai tersebut.

Dia mencontohkan British Airways yang berat menghadapi ini, bahkan tidak sedikit maskapai internasional terangnya, yang mengalami kesulitan keuangan. Indonesia pun masih agak tertolong pasar domestik, bahkan Alvin menekankan belum adanya maskapai Indonesia yang gulung tikar merupakan suatu mukjizat.

"Ke depan trennya pesawat besar Airbus 380, Boeing 747 bahkan Boeing 777 itu tidak menarik lagi. Pasar ke depan untuk pesawat kecil, seperti Air Bus 320, Boeing 737, Airbus 350, Boeing 787, kecil sampai menengah lebih mudah mengisi taraf keterisian 70 persen sudah bisa BEP," katanya.

Sementara itu, pola pergerakan penumpang di Indonesia turut berubah akibat pandemi virus corona ini. Dia memperkirakan minimal sampai akhir 2020, industri penerbangan tidak dapat berharap banyak bisa bangkit lagi mengingat sekitar 2/3 pengguna jasa penerbangan Indonesia aparatur sipil negara (ASN), Polri dan pegawai BUMN.

"Terbesar kedua sektor bisnis swasta yang mana juga sedang melakukan efisiensi, semua yang bisa dilakukan daring dilakukan secara daring tak perlu bepergian. ASN APBN ditekan habis, jangan harap banyak perjalanan dinas ASN dan pegawai BUMN, paling cepat 2021 pelan-pelan menggeliat tumbuh kalau tak ada badai lagi," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top