Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Capai 93 Persen, PLTU Malinau Lakukan Uji Coba

Masuknya daya dari PLTU Malinau dan tersambungnya listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan nantinya mampu menurunkan biaya operasi PLN hingga Rp4,9 miliar per bulan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  06:02 WIB
Ilustrasi: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung, Kalimantan Selatan, Rabu (13/3/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Ilustrasi: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung, Kalimantan Selatan, Rabu (13/3/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN terus menyelesaikan pengujian Pembangkit Listrik Tenaga Uap Malinau yang berlokasi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dengan total kapasitas 6 megawatt. Hingga Juni 2020, pembangunan PLTU Malinau telah mencapai 93,42 persen.

Dengan masuknya daya dari PLTU Malinau dan tersambungnya listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan nantinya mampu menurunkan biaya operasi PLN hingga Rp4,9 miliar per bulan.

“Menjadi harapan dan tugas kami untuk segera menyelesaikan pembangunan PLTU Malinau ini sesuai target waktunya karena dua infrastruktur lainnya, yaitu GI [gardu induk] 150 kV Malinau dan SUTT [salurah udara tegangan tinggi] 150 kV Tidang Pale—Malinau telah siap beroperasi untuk siap mengintegrasi daya dari sistem interkoneksi Kalimantan,” ujar General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim) Muhammad Ramadhansyah melalui siaran pers, Minggu (5/7/2020).

Saat ini daya mampu sistem kelistrikan di Kabupaten Malinau mencapai 9,4 MW dengan beban puncak 8,9 MW. Beroperasinya PLTU Malinau akan menambah keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Malinau.

"Saat ini kami masih gunakan PLTD [pembangkit listrik tenaga diesel] untuk melistriki masyarakat. Dengan adanya PLTU, tentu penggunaan PLTD bisa kami kurangi. Meskipun sedang pandemi Covid, kami lanjutkan proses pengujian dan kami targetkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini," kata Ramadhansyah.

PLTU Malinau Unit 1 pengujian telah memasuki uji steam blow, yaitu pembersihan pipa-pipa boiler pembangkit sebelum dioperasikan secara komersial,sedangkan untuk Unit 2, saat ini dalam tahapan individual test, seperti memastikan semua boiler dan sistem penanganan batu bara berfungsi dengan baik.

Pembangunan PLTU Malinau menyerap tenaga kerja hingga 150 orang. Dalam mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan industri nasional, PLTU Malinau pun telah mampu mencapai tingkat kandungan dalam negeri sebesar 70,03 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik pltu
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top