Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Merangkul Asa Tembus Pasar Luar Negeri

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menjadi salah satu bank pelat merah yang sangat aktif membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu menjangkau pasar luar negeri.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  11:07 WIB
Founder Batiksoul Guitars Guruh Sabdo Nugroho - Ist
Founder Batiksoul Guitars Guruh Sabdo Nugroho - Ist

Bisnis.com, JAKARTA – Memasarkan produk hingga ke luar negeri menjadi mimpi besar pelaku UMKM di Tanah Air. Namun, untuk menggarap pasar ekspor bukanlah pekerjaan mudah karena tidak ada jaminan produk yang dipasarkan sesuai dengan selera pasar mancanegara.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menjadi salah satu bank pelat merah yang sangat aktif membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu menjangkau pasar luar negeri.

Batiksoul Guitars misalnya adalah salah satu mitra binaan BNI yang telah menembus pasar luar negeri. Batiksoul Guitars memproduksi gitar butik bermotif batik dengan memanfaatkan kayu Indonesia.

"Saya mitra binaan BNI. BNI targetnya bukan hanya memberikan pinjaman, tetapi juga pendampingan. Kami ikut beberapa pameran dan yang paling penting membantu membuka akses pasar,” ujar Guruh Sabdo Nugroho, Founder Batiksoul Guitars kepada Bisnis.

Dia menuturkan, bagi pelaku UMKM salah satu hal paling penting ialah membuka akses pasar. Dengan akses pasar yang tepat, pelaku UMKM dapat bertemu dengan calon pembeli yang cocok.

Lelaki asal Solo ini berharap BNI yang genap berusia 74 tahun dapat juga memberikan menyalurkan corporate social responsibility (CSR) kepada para pelaku UMKM. BNI juga bisa memanfaatkan produk UMKM binaan pada program CSR-nya.

Adapun, salah satu prestasi Batiksoul Guitars ialah masuk menjadi salah satu koleksi The State Museum of Oriental Arts, Moscow, Rusia pada 2018. Saat ini, mayoritas pembeli gitar karya Batiksoul Guitars berasal dari luar negeri karena telah memiliki komunitas gitar butik.

UMKM binaan BNI lainnya, Marenggo Natural Dyes Batik (Marenggo) juga merasakan manfaat lain dari pendampingan BNI. Nuri Ningsih Hidayati, pendiri Marenggo mengatakan, selain ikut pada beragam pameran, BNI juga membantu untuk peningkatan kualitas produk sesuai dengan pasar luar negeri.

“Sebenarnya yang dibutuhkan sudah semua, kami dipertemukan dengan konsumen melalui pameran offline dan harapannya bisa berlanjut terus. Kami juga dibantu melalui pembinaan untuk menyasar pasar luar negeri,” jelasnya.

Marenggo adalah produk kerajian batik yang khusus menggunakan pewarna alami. Pewarna alami yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar. Marenggo juga menggembangkan motif batiknya sendiri untuk memperkaya pilihan bagi konsumen.

Menurutnya, pilihan untuk mengembangkan batik pewarna alami menjadi salah satu kekuatan produk Marenggo. Batik Marenggo mampu menampilkan warna yang eksklusif dengan beragam motif modern dan variatif.

Salah satu keunikan Marenggo lainya ialah terdapat program pendampingan membatik kepada para ibu rumah tangga di Sleman, Yogyakarta. Pendampingan itu tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan membatik tetapi juga peningkatan ekonomi keluarga.

Kendati memiliki sejumlah keunggulan, Nuri tidak menampik batik pewarna alami memiliki pasar yang kecil. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, pasar batik perwana alamiah terus tumbuh karena makin diminati di dalam negeri dan luar negeri.

STRATEGI TEPAT

Untuk arah pasar luar negeri, dia berpendapat, stategi yang digunakan BNI sudah tepat di mana sebelum pameran para UMKM diberi persiapan terlebih dahulu. Persiapan tersebut sangat membantu untuk mengetahui karakter calon pembeli, keinginan konsumen, hingga model produk yang disukai pasar luar negeri.

Dia mencontohkan, ketika hendak pameran di Eropa, BNI dapat memberikan persiapan dengan menghadirkan orang yang tepat yang mengenal pasar dan keinginan konsumen Eropa. Dengan pemahaman pasar, pelaku UMKM dapat mempersiapkan atau menyesuaikan produk yang tepat untuk dibawa ke pameran.

“Kemarin ada pelatihan. Kami diberi informasi seperti apa potensi pasar di luar negeri. Itu sangat membantu kami untuk meningkatkan kualitas produk karena materinya berasal dari pelaku usaha di sana,” tambahnya.

Seperti diketahui, BNI menjadi salah satu bank pelat merah yang memiliki sejumlah kantor cabang di luar negeri. Laman resmi perseroan menyebutkan sejauh ini BNI telah memiliki delapan jaringan kantor cabang di luar negeri yakni Singapura, Hong Kong, Yangon, Tokyo, Osaka, Seoul, New York dan London.

UMKM binaan BNI lainnnya yang telah lama menggarap pasar luar negeri adalah Kriya Nusantara.  Dengan menjadi nasabah BNI, Kriya Nusantara tidak hanya mendapatkan pembiayaan tetapi juga pendampingan dan pelatihan yang sangat berguna ketika memasarkan produk di luar negeri.

Reina Agustina, Marketing Manager Kriya Nusantara, mengatakan bahwa saat ini sekitar 90% produk kerajinan kuningan Kriya Nusantara dipasarkan ke luar negeri. Diawali dengan memasok produk kaligrafi untuk pasar Timur Tengah, saat ini Kriya Nusantara berhasil memasarkan beragam produk lain ke kawasan tersebut.

“Awal bisnisnya membuat kaligrafi yang sejak 2003 kami coba ekspor ke Timur Tengah. Kami sangat kuat di situ [kuningan], lalu kami ciptakan produk lain dan bisa dikatakan di Indonesia kami leader-nya,” katanya kepada Bisnis.

Reina menyebutkan, setelah berhasil menembus pasar Timur Tengah, Kriya Nusantara mulai mencoba menggarap pasar Eropa sejak 5 tahun lalu. Namun, upaya untuk masuk ke Benua Biru nyatanya bukan pekerjaan mudah.

Kriya Nusantara, kenangnya, sempat menghadiri sekitar lima pameran di Eropa dan pulang dengan tangan kosong. Namun, setelah melakukan inovasi dan diversifikasi produk agar sesuai dengan selera konsumen Eropa, kerajinan kuningan asal Bandung ini mulai diterima.

Menurutnya, hal yang paling penting bagi UKM untuk menggarap pasar luar negeri ialah menjaga kualitas produk. Selain itu, pelaku UKM—khususnya sektor kerajinan seperti Kriya Nusantara—harus terus melakukan inovasi desain dan menjaga kepuasan pelanggan.

Sejauh ini, beberapa produk Kriya Nusantara yang menyasar pasar luar negeri antara lain perfume equipment, music box, art radio & audio, candle stand, fashion accessories dan lainnya. Semua kerajinan itu menggunakan material kuningan yang dipadukan dengan beragam motif nusantara dan menghasilkan kesan unik, serta elegan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Lili Sunardi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top