Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bersepeda Jadi Tren, Perlu Bangun Infrastruktur Pendukung

Masyarakat Transportasi Indonesia menilai kepala daerah perlu segera membangun infrastruktur yang bisa mendukung tren bersepeda di kalangan masyarakat pada masa pandemi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  14:57 WIB
Ilustrasi bersepeda. - Polygon
Ilustrasi bersepeda. - Polygon

Bisnis.com, JAKARTA - Tren bersepeda meningkat hingga 10 kali lipat di DKI Jakarta dan menjadi budaya baru masyarakat perkotaan di Indonesia menanti kepala daerah untuk membangun infrastruktur sepeda supaya bisa menjadi salah satu alat transportasi.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan berdasarkan survei The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) penggunaan sepeda meningkat hingga 10 kali lipat atau meningkat 1.000 persen saat PSBB di Jakarta dibandingkan dengan pada Oktober 2019.

Hal tersebut, kata Djoko, dikarenakan bersepeda dinilai lebih aman dan dapat meningkatkan imun terhadap tubuh pada masa pandemi. Namun, tekannya, bersepeda hanya dimanfaatkan untuk berolahraga dan belum membudaya bersepeda untuk aktivitas keseharian.

“Selanjutnya menanti kepala daerah yang peduli untuk membangun infrastruktur sepeda di daerah, sehingga sepeda menjadi salah satu alat transportasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memulai membangun jalur sepeda sepanjang 65 km pada 2019,” jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (3/7/2020).

Dia berharap realisasinya tak terjadi di Ibu Kota saja tetapi juga di sejumlah kota lainnya, seperti Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Bandung, Surabaya. Pasalnya, kota-kota tersebut juga mencatat peningkatan penjualan sepeda. Industri sepeda turut menggeliat, urung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pihaknya menjabarkan untuk membangun infrastruktur jalur sepeda dibutuhkan antara lain jenis jalur jalur sepeda (bike path). Jalur Sepeda tidak berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain, dapat bersama/terpisah dengan pejalan kaki.

Jalur diperkeras (disemen, paving) lebar 1,5 meter. Lokasi dapat dibangun sepanjang tepi jalan raya (jika lebar jalan memungkinkan), sempadan sungai (jalur inspeksi), jalur hijau rel kereta api (urban park connector).

Kedua, lajur sepeda (bike lane) berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain dan pergerakan manusia, bertumpangan dengan ruas jalan atau pedestrian. Ketiga, rute sepeda (bike route) yang dikembangkan di kawasan perumahan, perkantoran, terpadu (super blok).

Tiga hal tersebut, lanjutnya, juga harus dibarengi dengan memperbanyak penyediaan parkir sepeda yang berkualitas. Penyediaan parkir sepeda, baik parkir sepeda gratis dan/atau sewa, seperti di sekolah, kampus, stasiun, pasar, pusat perbelanjaan, perkantoran, tempat ibadah dan tempat rekreasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda Pemprov DKI
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top