Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Lebih Pilih Negara Asean Lain daripada Indonesia, Kenapa?

Selain persoalan regulasi, harga tanah di Indonesia mencapai Rp3,9 juta per meter persegi atau jauh lebih mahal ketimbang harga di Vietnam.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  21:53 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu alasan investor asing lebih memilih negara Asean lain seperti Vetnam dalam berinvestasi adalah harga tanah yang jauh lebih mahal untuk membangun kawaaan industri.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa selain persoalan regulasi, harga tanah di Indonesia mencapai Rp3,9 juta per meter persegi atau jauh lebih mahal ketimbang tanah di Vietnam.

"Tanah di Vietnam itu disiapkan oleh negara atau dia sewa jangka panjang. Kalau tidak, dibayar maksimal Rp1,2 juta per meter. Di Indonesia, 1 meter tanah bisa sampai Rp3,9 juta," ujarnya dalam sebuah webinar, Minggu (28/6/2020).

Lebih lanjut, upah buruh Indonesia juga kalah bersaing dengan negara Asean lain yakni hampir mencapai Rp4 juta per bulan. Sedangkan upah buruh di negara lain seperti Vietnam dan Thailand sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Faktor kenaikan upah per tahun mencapai 8,7 persen semakin membuat investor asing enggan mampir ke Indonesia.

Terkait tenaga kerja asing (TKA) yang datang ke Indonesia, seperti di proyek nikel Morowali dan Konawe, Bahlil memastikan bahwa para TKA tersebut memang memiliki kemampuan khusus yang belum dimiliki tenaga kerja Indonesia.

"Mereka orang-orang yang memiliki skill dan telah diverifikasi lewat BKPM karena ada kerja sama antara Menaker, Menkumham, dan BKPM untuk mengatur prosedur atau tata cara ketika ada TKA masuk Indonesia," kata Bahlil.

Selain itu, dia juga menyampaikan sejumlah keuntungan jika investasi asing masuk Indonesia seperti peningkatan modal asing (PMA), penciptaan lapangan kerja, hingga pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia atau pekerja lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm bahlil lahadalia
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top