Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masa Pemulihan Pasar Properti Asia Pasifik Tidak Merata

Pertumbuhan sektor properti di Asia Pasifik akan terhenti sepanjang 2020, untuk pertama kalinya dalam 6 dekade.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  15:48 WIB
Pemandangan Hong Kong pada malam hari. - Bloomberg/Brent Lewin
Pemandangan Hong Kong pada malam hari. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA – Wabah virus corona membawa beban berat bagi perekonomian seluruh dunia, termasuk pada sektor propertinya lantaran adanya aturan pembatasan sosial. Setelah aturan tersebut mulai diperlonggar, JLL memperkirakan pemulihan pasar properti di tiap negara tak akan merata.

Chief Research Officer JLL Asia Pacific Roddy Allan mengatakan bahwa tiap negara juga memberi aturan pencegahan penyebaran virus yang berbeda-beda, yang memengaruhi perekonomiannya.

Akibat hal tersebut, di Asia Pasifik secara umum, menurut Allan, pertumbuhan sektor propertinya akan terhenti sepanjang 2020, untuk pertama kalinya dalam 6 dekade. Namun, masih ada titik cerah untuk pasar Asia Pasifik.

Berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF), Asia Pasifik diperkirakan bisa pulih lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan wilayah lainnya melihat pemulihan yang sudah terjadi ssecara bertahap.

“Seperti yang terjadi di daratan China yang sudah mulai kembali aktif ekonomi dan pasar propertinya. Memang masih banyak ketidakpastian dan dampak dari wabah pun masih terasa,” ungkap Allan melalui laporan tertulis, dikutip Jumat (26/6/2020).

Dengan tiap negara berada di tahapan yang berbeda terkait dengan penanganan terhadap wabah corona, membuat pemulihan yang terjadi tidak merata di seluruh Asia Pasifik.

Di daratan China, yang lebih awal menerapkan lockdown, saat ini sudah mulai kembali beraktivitas normal meskipun pergerakannya masih lambat akibat tekanan dari permintaan baik dari domestik dan asing yang minim.

China menjadi salah satu negara yang perekonomiannya masih bisa tumbuh positif tahun ini, dan mulainya kembali perekonomiannya membawa optimisme baru pada negara lain yang masih berkutat dengan penanganan wabah virus Corona.

Salah satu yang menjadi kunci bangkitnya perekonomian adalah dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tiap negara, bagaimana pemerintahnya memberi paket stimulus dan insentif agar mendorong konsumsi sehingga industri-industri bisa tetap berjalan.

Kebijakan-kebijakan yang telah digulirkan tersebut sedikit banyak juga akan ikut mendorong industri properti, terlebih jika pemerintahnya memberi bantuan yang bersifat langsung, misalnya seperti penurunan atau penundaan pajak.

Dengan kondisi seperti ini, dalam jangka pendek memang akan berisiko tinggi, banyak kerugian yang akan dialami. Namun, para pelaku industri properti juga harus mempersiapkan diri untuk rebound untuk jangka panjang.

“Meskipun risiko dari wabah ini masih ada, banyak aktivitas yang sudah kembali berjalan, seperti yang terjadi di Hong Kong dan Korea Selatan, cukup banyak membantu pemulihan di seluruh Asia Pasifik,” tambah Allan.

Namun, kembali lagi, di tiap-tiap negara sebanyak apa pun stimulus yang diberikan, pemulihan yang terjadi tetap bergantung pada bagaimana pemerintahnya memberlakukan kebijakan ketat untuk menahan penyebaran virus dan mengurangi fokus pada risiko kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik pasar properti
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top