Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal II/2020, Penyewa Ruang Kantor di Jakarta Masih Wait and See

perusahaan teknologi terutama, akan terus melanjutkan ekspansi pada akhir tahun ini sehingga diperkirakan bisa menjadi pendorong penyerapan ruang kantor.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  14:37 WIB
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan properti JLL menyebutkan bahwa pada kuartal II/2020 ketika wabah virus Corona masih melanda, kinerja properti perkantoran di Jakarta diperkirakan mulai melorot. Namun, akan segera pulih mulai semester II/2020.

Head of Research JLL Jakarta James Taylor mengatakan bahwa pada kuartal pertama tahun ini, sebelum dampak Covid-19 mulai terasa, ada serapan ruang kantor mencapai 200.000 meter persegi. Hal ini membuat okupansi perkantoran Jakarta tetap sehat.

“Namun, pada kuartal kedua, permintaan kemungkinan akan makin menipis karena banyak perusahaan yang akan terus menerapkan kerja dari rumah, bahkan mungkin tidak ada permintaan baru pada kuartal II/2020,” ungkapnya dalam laporan tertulis, dikutip Selasa (23/6/2020).

Taylor mengatakan bahwa Covid-19 akan membawa dampak jangka pendek pada perlambatan permintaan karena para calon pengisi ruang perkantoran akan berhenti atau menunda ekspansi sampai kondisi membaik.

“Apabila kondisi kiranya bisa membaik mulai semester kedua 2020, kami memperkirakan perusahaan teknologi dan pengisi perkantoran lainnya akan lanjut mendorong permintaan. Bisa jadi mereka melakukan peningkatan mutu ruang kantor dari grade B ke grade A, ini yang kan banyak terjadi,” kata Taylor.

Selama 5 tahun belakangan, mulai 2015–2019, ada tambahan pasok sekitar 1,8 juta meter persegi utnuk perkantoran grade A di Jakarta. Adapun, beberapa gedung baru diperkirakan juga selesai dibangun tahun ini sehingga 2020 bisa menjadi salah satu periode yang dapat tambahan pasok cukup besar.

“Sejak 2015 itu, harga sewa sudah mulai melorot. Tingkat kekosongan pun mencapai 34 persen, harga sewa tetap tertekan dan menurun sekitar 0,4 persen per kuartal pada kuartal I/2020 lalu. Dengan kondisi sekarang, harga sewa diperkirakan lanjut terkoreksi,” tambahnya.

Sejak puncaknya pada pertengahan 2015 sampai 2020 berjalan, JLL menyebutkan bahwa harga sewa sudah mengalami penurunan sekitar 31 persen. Oleh karena itu, harga sewa properti perkantoran diperkirakan sudah mencapai titik terendahnya.

“Jadi, adanya Covid-19 ini dampaknya akan lebih terasa pada permintaan dibandingkan dengan penurunan harga,” kata Taylor.

Taylor memprediksikan untuk kuartal II/2020 kinerja properti perkantoran masih akan melanjutkan pelemahan. Namun, pasar diperkirakan akan mulai kembali pulih pada semester II/2020.

“Saat ini, masih banyak penyewa yang bersikap wait and see untuk mengajukan sewa baru sehingga akan berpengaruh pada tingkat serapan pada kuartal II/2020. Namun, fundamental pada pasar perkantoran Jakarta saya lihat masih cukup kuat, tinggal menunggu waktu untuk kembali bangkit,” lanjutnya.

Taylor menyebutkan bahwa perusahaan teknologi terutama, akan terus melanjutkan ekspansi pada akhir tahun ini sehingga diperkirakan bisa menjadi pendorong penyerapan ruang kantor. Namun, akan ada tambahan sekitar 300.000 meter persegi kantor grade A yang akan masuk pada 2020.

Hal ini membuat tingkat kekosongan akan tetap tinggi dan harga sewa tetap tertekan. JLL memproyeksikan ada penurunan harga sewa satu digit sebelum kembali stabil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta perkantoran
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top