Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingin Investasi Properti saat New Normal? Ini Kuncinya!

Sejumlah pengembang mengatakan bahwa di masa krisis akibat pandemi Covid-19 ini justru banyak peluang yang bisa diambil, salah satunya untuk berinvestasi properti.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  17:26 WIB
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pengembang mengatakan bahwa di masa krisis akibat pandemi Covid-19 ini justru banyak peluang yang bisa diambil, salah satunya untuk berinvestasi properti.

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa di masa sulit seperti ini justru harus dimanfaatkan oleh investor atau pembeli properti. Pasalnya, sekarang banyak pengembang atau pemilik properti yang memberikan diskon tinggi dan berharap bisa dapat aliran pemasukan.

“Banyak pengembang atau pemilik properti yang butuh uang karena harus memenuhi biaya-biaya. Mereka butuh sekali dana masuk, jadi kalau cukup smart untuk negosiasi, bias dapat harga yang bagus untuk dapat return besar minimal lima tahun ke depan,” ungkap Alvin dalam webinar, Kamis (18/6/2020).

Alvin mengatakan bahwa saat ini pengembang masih bisa jual produk lantaran juga memberikan banyak promo dan diskon kepada konsumen, terutama bagi yang membayar tunai. Pengembang juga bisa menjadi jembatan untuk menyediakan pembiayaan yang mudah kepada konsumen.

“Misalnya sekarang bank terbatas dalam memberikan kredit, bank bisa mengambil kesempatan untuk memberikan bantuan, misalnya seperti program cicilan uang muka, dan sebagainya,” imbuh Alvin.

Ketua Umum Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong juga menambahkan bahwa di kalangan investor banyak juga para spekulan yang siap beli properti dalam jumlah banyak untuk dijual kembali atau disewakan dan bisa menaikkan harga.

“Mereka ini pegang dolar [AS] dari harganya Rp10.000, sekarang sudah di Rp14.000-an, atau untuk 20-30 persen. Kalau mereka beli properti seken dengan potongan harga 20-30 persen juga, mereka bisa dapat potongan harga properti sampai 50 persen kalau bayar cash, ini harusnya menarik sekali,” kata Lukas.

Saat ini, pembeli punya posisi tawar yang kuat, apalagi kalau bisa bayar tunai, mereka akan dapat potongan harga lebih besar.

Lalu, untuk aset investasi yang tepat dan memiliki yield tinggi, Lukas mengatakan saat ini bisa memilih yang pangsa pasarnya besar.

“Misalnya kantor atau hotel sekarang banyak dijauhi, jadi jangan pilih itu. Pilih yang pasarnya selalu ada dan pangsanya besar, misalnya rumah murah. Kalau pilihannya tepat, di kondisi seperti ini ROI [return of investment]-nya bisa jadi malah lebih singkat,” tambahnya.

Kuncinya, investasi tergantung pada harga beli dan berapa margin yang bisa didapatkan. Di kondisi seperti ini, investor tetap harus cermat dan sabar.

Adapun, lantaran seara keseluruhan harga properti sedang terkoreksi, saat ini menjadi saat yang tepat untuk mulai investasi properti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top