Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub Budi Karya Dorong Surabaya dan Medan Bikin TOD

Menteri Perhubungan mendorong kota besar lain seperti Medan dan Surabaya untuk ikut menerapkan konsep transportasi terpadu atau TOD seperti yang telah dilakukan DKI Jakarta.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  16:25 WIB
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mendorong kota besar lain seperti Medan dan Surabaya untuk ikut menerapkan konsep transportasi terpadu seperti yang telah dilakukan DKI Jakarta dengan menata empat stasiun yakni Tanah Abang, Pasar Senen, Juanda, dan Sudirman.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti bus rapid transit (BRT), moda raya terpadu (MRT), lintas rel terpadu (LRT) atau transit oriented development (TOD) harus menjadi sebuah keniscayaan. Konsep TOD, menjadi suatu cerminan transportasi antar moda dapat dilakukan dengan baik.

Sebagai regulator, pihaknya mendukung pemangku kepentingan terkait untuk secara aktif dan konsisten menjalankan konsep tersebut termasuk kendala permasalahan aset untuk dapat diselesaikan.

“Selama ini kita belum melihat dilaksanakan. Tanah Abang merupakan suatu tempat yang krusial paling rumit dan sulit, ternyata bisa dilakukan. Penumpang yang membutuhkan angkutan masal dari [Bandara] Soetta ke Tanah Abang bisa berlanjut ke tujuan dengan moda lain. Yang dilaksanakan ini menjadi template dan contoh bagi kota lain, kami mendorong Surabaya, Medan, dan lainnya sebagai contoh selanjutnya,” katanya, Selasa (17/6/2020).

Selain itu, kata Budi, nantinya terdapat LRT setelah MRT beroperasi di Jakarta. Sebagai angkutan umum, MRT memiliki reputasi baik, sehingga pengintegrasian dan implementasi TOD pasti dapat memberikan nilai tambah. Menhub mengharapkan stasiun MRT juga menjadi titik simpul dan pusat pergerakan manusia.

Budi memaparkan saat ini di sejumlah bandara yang pengelolaannya berada di bawah Kementerian BUMN sudah diberikan konektivitas transportasi melalui kereta bandara. Diantaranya, Medan, Palembang, Jakarta, Solo, Yogyakarta dan selanjutnya menyusul bandara lainnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan selain membenahi empat stasiun pelopor agar konektivitas transportasi berjalan lancar.

Menurutnya, di setiap stasiun terpadu juga dilakukan penataan lokasi demi kenyamanan para penumpang saat menunggu, antara lain dengan pemanfaatan lahan untuk pengendapan dan naik-turun ojek online, ojek pangkalan, bajaj, bus kecil, lokasi halte transjakarta, mikrotrans, dan lain-lain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top