Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pak Jokowi, Kapan Indonesia Move On dari BBM Beroktan Rendah?

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Indonesia masih mengkonsumsi jenis BBM jenis Ron88 dalam jumlah yang besar dalam kurun waktu lima tahun terkahir di saat negara-negara di dunia telah meninggalkannya.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  07:20 WIB
Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU yang ada di Jakarta, Senin (31/9). Bisnis - Nurul Hidayat
Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU yang ada di Jakarta, Senin (31/9). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia tercatat masih menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis kadar oktan rendah yang sudah lama ditinggalkan oleh sejumlah negara.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Indonesia masih mengkonsumsi jenis BBM jenis Ron88 dalam jumlah yang besar dalam kurun waktu lima tahun terkahir.

Padahal, negara-negara di dunia telah meninggalkan BBM berkualitas rendah itu.

Pada 2015, Indonesia mengkonsumsi 28,12 juta kiloliter (KL) BBM jenis Ron88, 21,78 juta KL pada 2016, dan terus menyusut menjadi 12,52 juta KL pada 2017, dan 10,75 juta KL pada 2018, serta 11,72 KL pada 2019.

Untuk konsumsi bensin Ron88 Januari - Mei 2020 tercatat sebanyak 3,82 juta KL.

Sementara itu, konsumsi BBM jenis Ron90 terus meningkat dalam kurun waktu lima tahun terkahir. Secara berturut-turut dari 2015 – 2019 konsumsi BBM jenis Ron90 adalah 373.030 KL, 5,85 juta KL, 14,50 KL, 17,76 juta KL, 19,42 juta KL.

Adapun, konsumsi bensin Ron90 Januari - Mei 2020 tercatat sebanyak 4,78 juta KL sepanjang 2020.

Di sisi lain, untuk jenis Ron95 justru konsumsinya cenderung stagnan dalam kurun waktu lima tahun ke belakang. BPH Migas mencatat, konsumsi BBM jenis Ron95 sejak 2015 - 2019 ialah 259.715 KL, 289.044 KL, 125.584 KL, 117.410 KL, 120.712 KL. Sementara itu, pada Januari – Mei 2020 sebesar 31.630 KL.

Dengan demikian, jika dibandingkan dengan Ron88 dan Ron90, tingkat konsumsi Ron95 di Indonesia masih sangatlah rendah.

Lebih lanjut, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan per 1 Mei 2020 hanya Indonesia yang masih menjual BBM jenis Ron88 di Asia Tenggara dengan kisaran harga Rp6.450 per liter.

Sementara untuk BBM jenis Ron90 atau Ron91 masih terdapat empat negara yang menggunakannya yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Laos.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat, standar kualitas BBM dalam negeri yang rendah yakni pada Euro2 menjadi salah satu faktor masih digunakannya BBM jenis itu.

Selain itu, keinginan konsumen untuk harga BBM yang murah membuat BBM jenis itu masih sangat diminati untuk pasar BBM Indonesia.

"Konsumen kita maunya pakai BBM murah jadi supplier menyesuaikan kualitas BBM dengan kemauan dan daya beli konsumen," katanya Kepada Bisnis, Rabu (10/6/2020).

Menurut dia, hingga saat ini belum ada tanda-tanda di masyarakat untuk beralih menggunakan BBM dengan kadar oktan yang lebih tinggi.

Fabby menuturkan, agar masyarakat bisa beralih menggunakan bahan bakar dengan kadar emisi yang lebih baik, maka seharusnya PT Pertamina (Persero) menghilangkan BBM untuk jenis Ron88 dan Ron90.

Selain itu, untuk harga BBM jenis Ron92 atau Ron98 dibuat menjadi lebih murah agar konsumen bisa beralih.

Dari sisi regulator yaitu pemerintah, seharusnya lebih bisa memberlakukan standar bahan bakar yang tinggi dengan menetapkan standar fuel economy, nantinya penyedia BBM menyediakan BBM berkualitas tinggi.

"Nantinya pabrikan kendaraan bermotor menyesuaikan standar mesin yg sesuai utk kendaraan yg dijual kpd konsumen," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM BBM premium
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top