Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semester Kedua, Aprok Prediksi Kinerja Konstruksi Naik Tipis

Dari total anggota Aprok, perusahaan yang mengerjakan proyek pemerintah juga hanya sekitar 30 persen, sisanya lebih banyak menggarap proyek swasta.
Pekerja beraktivitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis/Abdurachman
Pekerja beraktivitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, SURABAYA — Asosiasi Proyek Konstruksi Indonesia memperkirakan tren kinerja proyek konstruksi pada semester kedua tahun ini di Jawa Timur maupun secara nasional bisa meningkat 3,5 persen.

Ketua Asosiasi Proyek Konstruksi Indonesia (Aprok) Aslakhul Umam mengatakan bahwa peningkatan kinerja konstruksi tampaknya juga akan meningkat tipis 1,3 persen pada kuartal III/2020 sejalan dengan rencana pemerintah yang akan menerapkan kenormalan baru.

"Memang pada semester I/2020 terjadi penurunan drastis akibat pandemi Covid-19. Akhirnya, 100 proyek komersial kami di Jatim terpaksa dihentikan sementara," katanya kepada Bisnis, Minggu (7/6/2020).

Dia mengatakan bahwa penghentian proyek komersial seperti kantor, hotel, ritel, dan proyek gedung tinggi lainnya ini mengakibatkan kerugian hingga 25 persen dari total rencana anggaran biaya, serta pengusaha terpaksa merumahkan karyawannya mencapai 100— 200 orang.

"Selama semester I/2020, kami masih bisa mengandalkan konstruksi untuk segmen perumahan/residensial karena memang kebutuhan hunian masih terus ada walau tidak masif," katanya.

Sementara itu, untuk proyek pemerintah di Jatim bagi pengusaha juga masih stagnan alias beberapa proyek strategis ditunda dan diperkirakan mulai dikejar tahun depan, salah satunya proyek infrastruktur jalan lingkar selatan dari Magetan—Banyuwangi.

Selama ini, dari total anggota Aprok yang mengerjakan proyek pemerintah juga hanya sekitar 30 persen, sisanya lebih banyak menggarap proyek swasta.

"Namun, beberapa pengusaha kontrusksi masih ada yang menyuplai bahan baku seperti pasir, aspal, dan besi, termasuk ada bantuan penurunan suku bunga modal kerja konstruksi," katanya.

Selain itu, kata Aslakhul, beberapa proyek pemerintah yang masih bisa diandalkan pengusaha adalah pembangunan ruang fasilitas kesehatan seperti rumah sakit darurat dan berbagai ruang untuk kebutuhan medis dalam penanganan pasien Covid-19.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper