Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trafik Jalan Nasional Turun, PUPR: Preservasi Jalan Tetap Berlanjut

Pada masa pandemi Covid-19 Kementerian PUPR tetap melakukan preservasi jalan guna meningkatkan kelancaran distribusi logistik baik bahan pangan maupun alat kesehatan.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  22:44 WIB
Pembangunan jalan akses sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Foto Kementerian PUPR
Pembangunan jalan akses sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Foto Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) volume lalu lintas di jalan nasional mengalami penurunan. Meskipun demikian, upaya menjaga kemantapan jalan melalui preservasi tetap dilakukan.

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan volume lalu lintas di sejumlah wilayah.

“Setelah diterapkan kebijakan PSBB terdapat penurunan traffic sekitar 50 persen pada jalan nasional tol dan non-tol yang terjadi diantaranya di DKI Jakarta, Banten dan Sumatra Utara,” kata Hedy, melalui siaran pers, Jumat (5/6/2020).

Lebih lanjut, dia mengatakan di Provinsi Banten terdapat empat ruas jalan nasional yang berada di wilayah PSBB yakni ruas Merak-Bts. Kota Cilegon dengan penurunan traffic sebesar 47 persen.

Kemudian, ruas Bts. Kota Cilegon-Bts. Kota Serang sebesar 55 persen, Bts. Kota Serang-Bts. Kota Tangerang sebesar 58 persen, dan Jalan Daan Mogot (Tangerang - Bts.DKI) sebesar 51 persen. Sementara di DKI Jakarta terjadi penurunan sebesar 49 persen di jalan tol pasca pemberlakuan PSBB.

Hedy mengatakan pada masa pandemi Covid-19 Kementerian PUPR melalui balai-balai Direktorat Jenderal Bina Marga tetap melakukan preservasi jalan guna meningkatkan kelancaran distribusi logistik baik bahan pangan maupun alat kesehatan.

Adapun, preservasi yang dilakukan berupa pemeliharaan rutin, rekonstruksi jalan dan pelebaran jalan menuju standar.

Sebagai bentuk mitigasi selama pandemi, Direktorat Jenderal Bina Marga juga mempercepat pelaksanaan program Padat Karya Tunai (PKT) melalui kegiatan pemeliharaan jalan dan atau pemeliharaan jembatan, guna menunjang kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang dibayarkan secara tunai mingguan.

Melalui program ini ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 17.157 orang dengan estimasi anggaran Rp629 miliar.

Di samping itu, Kementerian PUPR juga membeli karet langsung dari petani untuk campuran aspal senilai Rp100 miliar di 10 provinsi produsen karet dan pembelian resin untuk marka jalan senilai Rp25 miliar.

Pekerjaan preservasi jalan dan program PKT dilakukan dengan protokol pencegahan Covid-19 serta Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menjaga kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan.

"Termasuk melalui Program Padat Karya untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan dalam masa pandemi Covid-19” kata Basuki.

Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) juga menggelar webinar yang diikuti 262 peserta pada Kamis (4/6/2020).

Kepala BPSDM PUPR Sugiyartanto mengatakan webinar tentang Jalan Dalam Rangka Dukungan Logistik Pada Masa Pandemi merupakan bagian dari pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) PUPR, sekaligus sebagai upaya Kementerian PUPR yang tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur di tengah situasi pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jalan nasional Virus Corona Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top