Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Digital Jadi Tumpuan Pemasaran, Pengembang Harus Jeli Lihat Peluang

Saluran digital adalah hal paling logis untuk digunakan dalam hal pemasaran di era new normal mengingat disrupsi teknologi juga makin cepat terjadi. 
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  20:03 WIB
Kawasan premium Serena Hills Jakarta Selatan. - Ilustrasi/rumah.com
Kawasan premium Serena Hills Jakarta Selatan. - Ilustrasi/rumah.com

Bisnis.com, JAKARTA — Sarana digital dinilai masih menjadi tumpuan para pengembang untuk pemasaran produk properti menjelang pemberlakuan kenormalan baru atau new normal guna menjaring pasar yang tertahan sebelumnya.

Apalagi, situs jual beli properti 99.co group mencatat bahwa selama masa pandemi ini, 22 persen konsumen mencari hunian melalui portal properti, 20 persen melalui media sosial, 14 persen mesin pencari, dan 10 persen dari situs pengembang secara langsung.

Dalam kata lain, aktivitas pemasaran yang biasanya dilakukan secara konvensional seperti ajang pameran mau tidak mau harus dialihkan secara daring. Untuk itu, pengembang dinilai harus bisa memanfaatkan dan jeli melihat peluang di fase new normal ke depan. 

Pasalnya, pada kuartal I/2020 sebetulnya kondisi pasar sudah menunjukkan kondisi yang membaik jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. 

"Membaiknya kondisi pada kuartal pertama 2020 ini ditunjukkan dengan dominasi transaksi properti di segmen menengah Rp700 juta hingga Rp2 miliar," ujar Executive Director 99 Group Irvan Ariesdhana kepada Bisnis, Rabu (3/6/2020).

Sayangnya, kata dia, segmen yang terkena dampak langsung dari Covid-19 ini adalah segmen menengah. Hal ini ketika mulai terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), perampingan hingga pemotongan gaji yang turut menyasar kalangan menengah ini.

Namun, terdampaknya kelas menengah ini bukan berarti tidak ada peluang dalam beberapa waktu ke depan. "Pasarnya ada, tapi prioritas spending-nya yang jadi berubah akibat Covid-19 ini."

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan bahwa pengembang dituntut dapat beradaptasi dengan tanggap sejalan dengan perubahan kondisi yang cepat pula dan perubahan pola bisnis menatap kenormalan baru.

Menurutnya, saluran digital adalah hal paling logis untuk digunakan dalam hal pemasaran di era new normal mengingat disrupsi teknologi juga makin cepat terjadi. 

"Start-up properti akan terus berkembang dan bermunculan. Teknologi akan makin cepat dengan proses pemasaran berbasis digital," kata dia.

Namun, apakah pemasaran digital itu efektif atau tidak, kembali pada strategi pengembang itu sendiri. Selain itu, pengembang juga harus berinovatif sejalan dengan kondisi saat ini. Hal ini mengingat pandemi corona mendorong perubahan perilaku orang dalam memilih produk properti. 

Menurutnya, di samping keamanan, aspek kesehatan dinilai akan masuk pertimbangan orang ke depan sebelum memutuskan membeli huniannya. Ke depan, bukan tidak mungkin desain sirkulasi bangunan akan terjadi inovasi dan terus berkembang. 

"Dalam perkembangan selanjutnya dimungkinkan sistem teknologi yang memungkinkan penghuni tidak bersentuhan langsung dengan tombol-tombol elevator atau pintu masuk, dengan sistem sensor yang semakin canggih," kata Ali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jual beli rumah online
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top