Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inflasi Mei 2020 0,07 Persen, Daya Beli Lemah Akibat Covid-19

Di tengah pandemi, daya beli masyarakat lesu sehingga inflasi pada Mei 2020 pun tercatat rendah.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  19:03 WIB
Pedagang menunjukan bawang putih di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pedagang menunjukan bawang putih di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi Mei 2020 yang berada di level 0,07 persen month to month (m-t-m).

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Eric Alexander Sugandi mengatakan inflasi Mei 2020 yang rendah tersebut terjadi karena melemahnya permintaan masyarakat.

"Inflasi Mei 2020 0,07 persen sangat rendah karena melemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19," katanya ketika dihubungi, Selasa (2/6/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi masih terjadi karena naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu pakaian dan alas kaki; perumahan, air, listrik, dan rumah tangga; kesehatan; transportasi; dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Di sisi lain, pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu makanan, minuman, dan tembakau. Menurutnya, realisasi tersebut berbeda dengan kondisi pada periode sebelumnya.

"Periode tanpa wabah Covid-19, kelompok makanan dan minuman justru mengalami inflasi karena tingginya permintaan pada Ramadan-Idulfitri atau seasonal demand," jelasnya.

Dia menuturkan pertumbuhan konsumsi melambat karena pelemahan daya beli rumah tangga, khususnya rumah tangga berpendapatan menengah ke bawah dan kelas bawah.

Sementara itu, rumah tangga menengah ke atas dan kelas atas justru mengurangi konsumsi selama pandemi virus Corona.

"Mereka memilih memegang uang cash atau menyimpan dana di tabungan untuk berjaga-jaga," imbuh Eric.

Karena itu, Eric meminta pemerintah untuk melakukan dua hal, yakni segera menyelesaikan penyebaran wabah Covid-19 serta menyalurkan bantuan sosial atau bantuan tunai langsung kepada kelompok yang membutuhkan.

"Penyaluran BLT harus dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang tergerus selama periode Covid-19," katanya.

Kepala BPS Suhariyanto sebelumnya mengatakan tren perlambatan inflasi dan mengarah ke deflasi sedang dihadapi semua negara di tengah pandemi virus corona. Hal ini pun menjadi pekerjaan rumah agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

"Dan diharapkan Covid-19 segera berlalu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi konsumsi daya beli
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top