Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Properti Sewa Bisa Jadi Solusi di Era Kenormalan Baru

Pendiri Jababeka menilai, di tengah penjualan properti yang menantang, pasar properti sewa jangan dipandang sebelah mata. Pengembang harus berani melakukukan terobosan di tengah pandemi yang dinilai memberikan dampak lebih berat ketimbang krisis 1998.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 30 Mei 2020  |  00:30 WIB
Bangunan gedung apartemen berdiri di dekat taman kota di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Bangunan gedung apartemen berdiri di dekat taman kota di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Properti sewa dinilai jadi solusi sektor properti dalam beberapa waktu ke depan, terlebih menjelang  kenormalan baru atau new normal yang tengah disiapkan pemerintah. 

Chairman & Founder PT Jababeka Tbk., Setyono Darmono mengatakan bahwa saat ini adalah kasus yang paling parah dihadapi pengusaha. Pandemi virus corona atau Covid-19 disebut memberikan dampak yang lebih berat ketimbang krisis ekonomi pada 1998. Darmono menyebut, pandemi virus corona telah menyentuh hampir semua sendi kehidupan di seluruh dinia. 

"Saya khawatir banyak yang belum paham bahwa [dampak Covid-19] ini adalah berat sekali. [Pengusaha] Masih mikir business as usual," katanya, Jumat (29/5/2020). 

Darmono tak menampik bahwa efek pandemi turut berdampak pada industri properti. Untuk itu, pengusaha di sektor ini harus mampu melihat peluang pasar yang dibutuhkan saat ini. 

Dia mengatakan bahwa kondisi sekarang, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rumah. Bahkan, dalam catatannya ada sekitar 40 juta orang yang tak memiliki hunian sendiri. Artinya, kata dia, angka tersebut menjadi ceruk pasar dan potensi yang besar untuk diserap. 

Namun, masalahnya, sebagian dari mereka tak mampu membeli dan memilih menyewa huniannya. Untuk itu, dalam kondisi sekarang maka pengembang juga harus bisa menolong masyarakat dan berkolaborasi agar bisa tetap bertahan.

Dia menggambarkan, pasar apartemen mencakup rantai yang unik saat pengembang membangun apartemen, ada investor yang membeli unit ; ada bank yang mendanai pembelian unit tersebut ; dan ada pihak yang menyewa apartemen yagn sudah dibeli investor.

"Kita selalu berpikir real market untuk yang punya duit. Mengapa kita gak berpikir real market yang gak punya duit tapi dibeli oleh orang yang punya duit [investor]?," ujarnya.

Darmono juga berpikir bahwa apartemen yang dibangun tersebut nantinya bisa disewakan secara berkelompok tak hanya oleh satu atau dua orang. Hal ini tak akan mengubah total harga sewa meskipun diisi secara berkelompok oleh orang yang membutuhkan rumah dengan penyesuaian yang ada.

Dia mengatakan bahwa sistem sewa juga bisa dilakukan secara fleksibel sesuai kesepakatan oleh pemilik properti dan calon konsumennya.

"Ini jadi kesempatan untuk semua kalau mau beradaptasi dan berani yang tentunya perlu didukung oleh pemerintah," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti covid-19 New Normal
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top