Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Siasat Restoran dan Kafe Hadapi Tekanan

Para pengusaha restoran dan kafe telah menyiapkan strategi untuk menopang bisnisnya di tengah potensi perubahan karakter konsumen nasional.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  18:29 WIB
Juru masak menyiapkan hidangan untuk konsumen di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2016). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Juru masak menyiapkan hidangan untuk konsumen di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2016). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha kafe dan restoran menyatakan telah mengantisipasi potensi lambannya pemulihan usaha di tengah tren makan di tempat (dine-in) yang sulit kembali ke situasi sebelum pandemi Covid-19.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Eddy Sutanto mengemukakan bahwa sejumlah pelaku usaha mulai mempertimbangkan penjualan produk dalam kemasan. Selain itu, migrasi ke pelayanan daring pun ditingkatkan.

Kendati demikian, dia tak memungkiri jika strategi ini belum dapat berimbas masif. Dia menyatakan penjualan produk makanan dan minuman dalam kemasan justru menghadapi persaingan yang semakin ketat seiring semakin banyaknya pihak yang melihat peluang di segmen makanan olahan.

"Dengan ceruk pasar yang terbatas namun penjual semakin banyak, otomatis persaingan semakin besar," ujar Eddy kepada Bisnis, Senin (18/5/2020).

Kondisi semakin berat pun harus dihadapi oleh restoran lokal yang basis penjualan sebelum pandemi tergantung pada aktivitas dine-in. Menurut Eddy, lini usaha inilah yang paling terdampak dengan adanya Covid-19.

"Kalau untuk jaringan waralaba makanan cepat saji bisa lebih siap karena basis penjualan daring sudah ada. Yang sulit pulih adalah restoran dan kafe yang megandalkan jumlah layanan per meja. Kalau beralih ke daring tetap sulit," paparnya.

Associate Director of Communications McDonald's Indonesia Sutji Lantyka, mengatakan, dalam menghadapi lambannya pemulihan aktivitas dine-in, pihaknya bakal mengandalkan layanan drive-thru dan pesan antar. Pihaknya pun telah lama menyediakan layanan pemesanan melalui aplikasi, situs resmi, dan panggilan telepon.

Sutji mengatakan penghentian layanan dine-in sendiri telah diberlakukan sejak 1 April di seluruh gerai McDonald's Indonesia yang berjumlah 277 unit. Dia mengatakan kebijakan itu dilaksanakan secara sukarela dan diberlakukan sebelum berbagai wilayah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restoran kafe ritel modern Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top