Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gas Tentukan Lanskap Masa Depan Industri

Harga gas yang lebih terjangkau, akan mendorong konsumsi sektor hilir. Dari situ, peningkatan permintaan terjadi dan peluang investasi hulu dan midstream terbuka.
David Eka Issetiabudi & Andi M. Arief
David Eka Issetiabudi & Andi M. Arief - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  21:37 WIB
Fasilitas CPP milik Saka Energy. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas CPP milik Saka Energy. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Kesempatan mengembangan investasi gas bumi terbuka dengan adanya implementasi harga gas US$6 per MMBtu untuk sektor industri tertentu dan kelistrikan.

Ketua Komite Infrastruktur Indonesia Gas Society Wiko Migantoro mengatakan implementasi harga gas untuk industri tertentu dan kelistrikan menciptakan peluang pertumbuhan supply-demand dan infrastruktur gas.

Berdasarkan survei IPSOS pada 2017, faktor yang menentukan peningkatan serapan gas bumi adalah harga yang didapat konsumen.

Menurutnya, jika benar faktor harga menjadi penentu, maka penyesuian harga gas dapat memengaruhi pertumbuhan demand gas."Ujung-ujungnya tercipta demand 384 BBTUD. Nah, kalau kembali ke sektor hulu, saat sekarang banyak lapangan yang tidak masuk harga keekonomian sekarang," katanya, dalam diskusi virtual IGS, Sabtu (16/5/2020).

Jika merujuk survei IPSOS, dengan pertumbuhan permintaan gas bumi oleh industri akan meningkatkan utilisasi pipa sebesar 8 persen. Selain itu, pengembangan infrasturktur baru memungkinkan investasi sebesar US$1,3 miliar.

"Kalau sektor kelistrikan, saya tidak berharap banyak di Sumatra dan Jawa, gas selalu kalah merit [karena batu bara]. Tapi kita punya peluang di Indonesia tengah dan Timur [dengan potensi serapan] sebesar 60 MMscfd," katanya.

Wiko menambahkan adanya asumsi peningkatan permintaan gas sektor hilir, maka akan banyak efek ganda yang didapatkan dan bakal mengubah prospek industri gas ke depan.

"[Sekarang, tantangan inplementasi harga gas US$6/mmbtu memerlukan dukungan banyak stakeholder," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi migas Harga Gas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top