Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simpul Agro Ekspor Rumput Laut Makassar ke Jepang

CV Simpul Agro Globalindo memanfaatkan peluang pasar Jepang dengan mengekspor sebanyak 51 ton rumput laut Gracilaria dilepas dari Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5/2020). Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai US$36.594.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  10:20 WIB
Nelayan memindahkan rumput laut yang dipanennya di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, Senin (4/9 - 2019). BISNIS.COM
Nelayan memindahkan rumput laut yang dipanennya di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, Senin (4/9 - 2019). BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - CV Simpul Agro Globalindo memanfaatkan peluang pasar Jepang dengan mengekspor sebanyak 51 ton rumput laut Gracilaria dilepas dari Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5/2020). Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai US$36.594.

Mursalim, Direktur Utama CV Simpul Agro Globalindo, mengatakan Jepang sebagai pasar potensial di luar China, terlebih permintaan ekspor ke Jepang mencapai 400 ton setahun.

"Di masa pandemi ini baru kami penuhi sekitar 76,5 ton. Rumput laut tersebut disuplai dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah," kata Mursalim dalam keterangan pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (11/5/2020).

Simpul Agro bermitra dengan kurang lebih dengan 400 pembudidaya untuk pasokan. Mereka tersebar di Sulawesi Tengah sekitar 100 pebudidaya dan 300 pembudidaya dari Sulawesi Selatan. "Kami terus beri motivasi dan fasilitasi agar produksinya terus berjalan", sambungnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto memaparkan kontribusi rumput laut mencapai lebih dari 60% dari total produksi perikanan budidaya nasional.

Dengan terus menggenjot ekspor dan membuka peluang pasar baru diharapkan akan mendongkrak devisa yang saat ini terganggu akibat dampak ekonomi Covid-19. Karenanya, meski di masa pandemik, dia berharap ekspor rumput laut terus berjalan.

"Rumput laut ini kontribusinya sangat besar terhadap nilai produksi perikanan budidaya nasional," jelas Slamet.

Saat ini, pemerintah serius untuk menggarap industrialisasi rumput laut nasional. Sebagai langkah awal, Ditjen Perikanan Budidaya telah menetapkan peta jalan untuk bangun industrialisasi rumput laut, termasuk bagaimana percepatan produksi di hulu.

"Ini yang akan terus kami dorong agar produktivitas di hulu lebih optimal," tegasnya.

Kadis Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Sulkaf S Latief mengatakan rumput laut menjadi komoditas yang paling banyak berkontribusi pada nilai ekspor komoditas perikanan. Adapun Sulawesi Selatan menyumbang 30% produksi rumput laut nasional.

"Saya kira kita harus fokus untuk membangun mata rantai bisnisnya yang efektif dan efisien serta akan tetap berupaya menjaga sinergitas dengan sejumlah pihak guna menggenjot ekspor rumput laut di Sulawesi Selatan," kata Sulkaf.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumput laut nelayan tradisional
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top