Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagi Corona, Alam Sutera (ASRI) Belum Berencana Tambah Cadangan Lahan

Jumlah cadangan lahan ASRI tercatat seluas 1.970 hektare yang tersebar di Tangerang, Denpasar, Badung, Cianjur, Tanjung Pinang, dan Cibitung.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  20:54 WIB
Lagi Corona, Alam Sutera (ASRI) Belum Berencana Tambah Cadangan Lahan
Noble Alam Sutera - noblealamsutera.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi akibat virus corona jenis baru atau Covid-19 membuat sejumlah pengembang properti menahan realisasi penambahan cadangan lahan (landbank) untuk sementara waktu.

Salah satu pengembang besar yang mengikuti langkah pengembang lainnya untuk menahan pembelian lahan baru adalah PT Alam Sutera Realty Tbk.

Sekretaris Perusahaan Alam Sutera Realty Tony Rudianto mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum ada rencana untuk menambah cadangan lahan.

"Rencana penambahan tidak dalam waktu dekat," ujar Tony pada Bisnis, Jumat (8/5/2020).

Berdasarkan laporan keuangan 2019, perusahaan dengan kode saham ASRI itu memiliki sejumlah lahan untuk dikembangkan di sejumlah wilayah dengan nilai Rp10,97 triliun atau turun 0,10 persen.

Jumlah cadangan lahan ASRI tercatat seluas 1.970 hektare yang tersebar di Tangerang, Denpasar, Badung, Cianjur, Tanjung Pinang, dan Cibitung. Dengan jumlah cadangan lahan yang dimiliki, ASRI termasuk salah satu pengembang yang memiliki cadangan lahan besar.

Langkah ASRI menahan pembelian cadangan lahan ini pun sebelumnya juga ditempuh PT Ciputra Development Tbk., PT Modernland Realty Tbk., dan PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Konsultan properti Coldwell Banker Commercial Indonesia sebelumnya menyarankan agar pengembang besar memprioritaskan hal lain yang lebih genting daripada ekspansi di tengah ketidakpastian seperti ini akibat dampak Covid-19.

Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial Angra Angreni bersepakat bahwa pengembang besar sebaiknya menunda realisasi pembelian cadangan lahan (landbank) sampai menunggu kondisi membaik.

"Alih-alih menambah landbank, akan lebih baik fokus ke pemasaran unit yang saat ini masih belum terserap pasar dan fokus ke progres konstruksi sesuai dengan komitmen awal," katanya kepada Bisnis.

Menurutnya, langkah pengembang yang menahan ekspansi pembelian lahan dinilai sudah benar karena kondisi ekonomi ke depan tidak ada yang bisa memprediksi dengan pasti apalagi sentimen virus corona telah memberi tekanan hebat terhadap semua sektor dan segmen industri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alam sutera emiten properti
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top