Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian BUMN Jelaskan Strategi Tangani Covid-19, Mulai dari Restrukturisasi Kredit hingga Subsidi Listrik

Erick Thohir menyampaikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasi Covid-19.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  20:28 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus lakukan sejumlah langkah strategis guna mengangani dampak Covid-19 terhadap kesehatan masyarakat maupun terhadap sisi kegiatan ekonomi.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan pandemi tersebut menggoncang berbagai aktivitas masyarakat di seluruh dunia. Namun, pemerintah memandang bahwa usaha melawan Covid-19 menjadi momentum untuk bangkit dalam menata sejumlah sektor, terutama terutama kapasitas dan kualitas alat kesehatan dalam negeri.

“Adanya pandemi Covid-19 membuat beberapa kegiatan kita menjadi terganggu, namun tanpa disadari hal ini juga menjadi kesempatan bagi kita sebagai bangsa untuk membangun infrastruktur perawatan kesehatan yang lebih baik dan lebih kuat," ujar Erick Thohir melalui ketarangan pers, Rabu (6/5/2020).

Menurut Erick Thohir pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasi Covid-19. Sejumlah langkah yang telah terukur itu adalah untuk mengatasi tantangan maupun hambatan menjadi kesempatan untuk memperkuat pondasi industri kesehatan di Indonesia.

Menurutnya, pandemi telah menjadi proses pembelajaran seluruh pihak agar mulai berdiri dengan kaki sendiri. Ini agar industri dan alat kesehatan tak lagi bergantung pada negara lain.

“Agenda Kementerian BUMN akan bergeser untuk memprioritaskan pengamanan kesehatan nasional dengan mendorong penelitian dan produksi bersama di Indonesia,” ujar Erick Thohir.

Untuk visi besar itu, Kementerian BUMN telah menyiapkan rencana terdekat dengan membentuk sebuah perusahaan holding farmasi. Hal ini juga akan diikuti rencana konsolidasi 70-an rumah sakit milik negara untuk membangun rantai pasokan di sekor kesehatan.

Dalam jangka menengah, Kementerian BUMN akan terus memfokuskan upaya untuk meningkatkan kapasitas Litbang bangsa untuk vaksin dan produksi obat-obatan.

Sementara itu, untuk jangka panjang pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan daya saing perusahaan farmasi pelat merah ke tingkat dunia. Beberapa perusahaan farmasi milik pemerintah saat ini adalah PT Kimia Farma Tbk., PT Bio Farma (Persero), dan PT Indofarma Tbk.

Melalui langkah-langkah itu, Erick Thohir optimistis Indonesia tak hanya akan mampu mengatasi pandemi, namun bisa bangkit menjadi kekuatan baru dalam industri kesehatan di Asia maupun dunia.

Sementara itu, untuk mengatasi dampak secara ekonomi, Kementerian BUMN sesuai dengan arahan Presiden telah menggulirkan sejumlah program bantuan kepada seluruh masyarakat yang terdampak Covid-19.

Sejumlah program di antaranya memberikan keringanan kredit kepada masyarakat, utamanya UMKM yang terdampak Covid-19.

“Bank-bank milik pemerintah kita telah membantu merestrukturisasi lebih dari 830.000 debitur dengan total nilai kredit Rp120,9 triliun khususnya untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM)," kata Erick Thohir.

Dari sisi energi, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN juga telah mensubsidi listrik untuk 30,9 juta pelanggan. Sementara itu, dari sisi pangan, pemerintah telah mengadakan kebutuhan pokok seperti beras, gula dan daging, untuk memastikan ketersedian bagi masyarakat.

Usaha aktif dalam penanganan Pandemi juga dilakukan Kementerian BUMN dengan bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri. Lewat maskapai milik negara, Garuda, Indonesia telah melakukan 13 penerbangan untuk membawa bantuan medis dari negara-negara tetangga, dan empat penerbangan untuk evakuasi WNI.

Erick Thohir menjelaskan bahwa dari sisi kesehatan, BUMN juga terlibat aktif dalam program trace, test, dan treat (3T). Usaha melacak, melakukan pengetesan, dan pengobatan telah dilakukan Kementerian BUMN dengan melibatkan seluruh instrumen kesehatan yang dimiliki oleh perusahaan milik negara.

Selain melacak , Kementerian BUMN juga terus mendorong tes covid-19 untuk mengetahui secara pasti penyebaran pandemi. Kementerian BUMN telah mendatangkan 19 mesin PCR untuk memproses ribuan hasil tes covid-19 per jamnya. Alat ini telah digunakan di rumah sakit BUMN maupun RSUD.

Tak hanya itu, BUMN lewat BioFarma juga berencana untuk memproduksi 50.000 alat diagnostik PCR pada minggu kedua bulan Mei.

“Selanjutnya, mereka akan berencana meningkatkan kapasitas produksi sebanyak 50.000 alat uji per minggu,” ujarnya.

Kementerian BUMN juga telah mengalokasikan 75 rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19. Selain itu, pihaknya memproduksi peralatan medis yang sangat dibutuhkan untuk perawatan pasien dan perlindungan petugas kesehatan.

Salah satu contohnya adalah PT Len Industri (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang di bawah supervisi Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN, bekerja bersama sejumlah perguruan tinggi untuk memproduksi ventilator.

“Selain rumah sakit dan peralatan medis, kami juga sedang berupaya untuk pengembangan vaksin. Perusahaan farmasi kami beserta dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi [BPPT], sektor swasta, lembaga pemerintah lainnya dan lembaga internasional sedang dalam proses mengembangkan vaksin. Kami berupaya sekuat tenaga untuk melawan Covid-19 ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN erick thohir Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top