Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Harga BBM, Kementerian ESDM Cermati Dinamika Harga Hingga Juni

Berdasarkan data Global Petrol Price per 1 Mei yang dikutip Kementerian ESDM, harga bensin Indonesia berada di urutan keempat paling murah di bawah Malaysia, Myanmar dan Vietnam.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  12:51 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan kuliah umum mengangkat tema Kebijakan dan Program Strategis ESDM di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Rachman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan kuliah umum mengangkat tema Kebijakan dan Program Strategis ESDM di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencermati pergerakan harga minyak duni hingga Juni mendatang untuk menentukan kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan dalam rapat menteri energi negara-negara G20 telah memberikan target penurunan kapasitas produksi 9,7 juta barel per hari mulai Juni 2020. 

Selanjutnya, pada Juli – Desember mendatang ditargetkan produksi turun hampir 8 juta bph. Sementara itu, mulai 2021 hingga April 2022 produksi ditargetkan 6 juta bph.

"Mereka sangat serius untuk mengangkat harga minyak. Kita masih monitor [dampak] pemangkasan 9,7 juta ini," katanya, dalam rapat kerja virtual dengan Komisi VII, Senin (4/5/2020).

Arifin mengaku, pemerintah sudah mencermati perkembangan harga minyak dunia sebelum isu pandemi virus corona terjadi. Pada saat itu, sentimen pembentuk harga adalah perang negara OPEC dan non OPEC.

"Dengan adanya perkiraan reboud makanya kami masih mencermati harga minyak pada Meia dan Juni ini," tambahnya.

Arifin menambahkan kompleksitas yang memengaruhi harga minyak dunia menjadi pertimbangan lain. Menurutnya, saat ini dampak pandemi virus corona, perang harga minyak Arab Saudi versus Rusia dan negara-negara OPEC.

Selain itu, adapula kebijakan karantina wilayah yang menyebabkan demand minyak menurun.

"Sebagai catatan, sebelumnya harga BBM Indonesia tercatat [salah satu] yang paling murah di region Asean. Februari, dilakukan penurunan [harga BBM] karena sudah ada indikasi penurunan indeks gasoline terkait dengan crude," tambahnya.

Berdasarkan data Global Petrol Price per 1 Mei yang dikutip Kementerian ESDM, harga bensin Indonesia berada di urutan keempat paling murah di bawah Malaysia, Myanmar dan Vietnam.

Sementara itu, untuk harga solar, harga yang berlaku di Indonesia relatif mahal atau berada di urutan ketiga termahal di bawah Singapura dan Laos.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM kementerian esdm bensin
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top