Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda Food (GOOD) Bakal Tinjau Ulang Target Kinerja

Sejauh ini, virus corona belum terlalu mengusik bisnis Garuda Food. secara operasional seluruh pabrik Garudafood masih berjalan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  06:29 WIB
Komisaris PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Atiff Ibrahim Gill (dari kiri), Direktur Paulus Tedjosutikno, dan Komisaris Hartono Atmadja berbincang di sela-sela paparan publik, di Jakarta, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Komisaris PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Atiff Ibrahim Gill (dari kiri), Direktur Paulus Tedjosutikno, dan Komisaris Hartono Atmadja berbincang di sela-sela paparan publik, di Jakarta, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. akan kembali menganalisa strategi kinerja akibat tekanan pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu didasarkan mengingat industri makanan dan minuman juga cukup terdampak, meski pemerintah menggolongkan dalam kategori yang memiliki permintaan tinggi.

Head of Corporate and External Relations Garudafood Dian Astriana mengatakan secara operasional seluruh pabrik Garudafood masih berjalan. Kapasitas produksi pun masih stabil karena memang tidak dilakukan penghentian atau penutupan.

"Kami belum revisi target dengan adanya Covid-19 ini, kami tengah menganalisa kembali strategi Garudafood baik untuk jangka pendek maupun panjang. Tentang hal ini, akan kami update kembali pada saat penyelenggaraan RUPS Juni 2020 nanti," katanya kepada Bisnis, Minggu (3/5/2020).

Dari sisi penjualan, perseroan yang terkenal dengan produk kacang garuda ini, mengakui turut terdampak. Khususnya pada periode Maret ada penurunan tetapi April sudah kembali ada kenaikan.

Untuk itu, lanjut Dian, perseroan masih akan terus melihat kembali kondisi ke depan. Adapun pada awal tahun ini perseroan berharap bisa double digit growth atau setidaknya tumbuh di atas rata-rata industri. Sementara, target kenaikan penjualan Ramadhan dipatok sekitar 10 persen - 15 persen.

Dian menambahkan khusus periode Ramadan dan Lebaran umumnya produk yang difokuskan meningkatkan penjualan pada produk seasonal biskuit atau produk dengan kemasan khusus seperti kaleng dan toples plastik.

Adapun, strategi yang digencarkan dalam penjualan produk yakni fokus pada produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah untuk konsumen.
Dia pun memastikan tahun ini akan memproduksi varian baru baik di kategori snack, biskuit, confectionery, dan minuman seperti rutin yang sudah dilakukan setiap tahunnya.

Direktur Garudafood Paulus Tedjosutikno sebelumnya juga mengatakan ke depannya perseroan akan fokus pada kemampuan produksi, melihat dari kondisi yang terjadi saat ini.

"Tentunya hal ini [Covid-19] menjadi tantangan tersendiri bagi penjualan makanan ringan dan minuman kemasan. Oleh karena itu, kami fokus pada kemampuan produksi untuk menghindari over-inventory," ujarnya.

Perseroan, kata Paulus, mengaku akan lebih fokus pada penjualan produk-produk fast moving. Di samping itu Garudafood juga akan gencar melakukan campaign produk yang unik dan kreatif khususnya di media sosial dengan target yang disesuaikan misal untuk biskuit dan minuman susu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan produksi Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top