Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realistis, Pengembang Besar Bakal Revisi Target Penjualan

Pemulihan subsektor properti membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan diprediksi pulih pada kuartal akhir tahun.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 28 April 2020  |  19:48 WIB
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar properti menilai bahwa pengembang besar yang mendominasi pasar properti dan memiliki aset jumbo berpeluang besar merevisi targetnya pada tahun ini.

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa merevisi target penjualan merupakan hal realistis yang dapat dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat wabah Covid-19.

Dia mengatakan bahwa capaian pengembang besar pada kuartal I/2020 akan jauh berbeda dibandingkan dengan kuartal kedua tahun ini. Sepanjang kuartal pertama, kinerja pengembang besar masih dikatakan normal sesuai dengan realisasi penjualannya masing-masing.

"Tentu ada saja pengembang yang tidak mencapai target, tetapi sebaliknya ada juga pengembang yang melampaui target pada kuartal pertama seperti Ciputra dan Bumi Serpong Damai. Kedua pengembang ini konsentrasi pada penjualan rumah segmen menengah bawah seharga Rp200 juta hingga Rp300 jutaan," katanya kepada Bisnis, Selasa (28/4/2020).

Sebaliknya, Panangian menyatakan bahwa pengembang yang terkonsentrasi pada subsektor apartemen, perkantoran, hingga hotel hampir dipastikan tidak mencapai target di awal tahun mengingat paling terkena dampak akibat Covid-19. 

Apalagi, seminggu sebelum pertengahan Maret muncul imbauan dari pemerintah untuk menerapkan bekerja dari rumah dan jaga jarak fisik.

Panangian memprediksi jika wabah covid-19 ini terus berlangsung dan belum dapat diatasi dengan cepat, para pengembang besar dinilai bakal merevisi target penjualannya. Apalagi, kinerja kuartal kedua juga diprediksi anjlok bahkan bisa mencapai 90 persen. Namun, semua itu tergantung dari fokus subsektor pengembang dan realisasi di kuartal I/2020.

Menurutnya, kemungkinan anjlok akan dirasakan oleh pengembang besar yang fokus pada penjualan apartemen, ruko, perkantoran, dan apartemen sewa, hotel, serta kawasan industri. Pemulihan subsektor tersebut juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan diprediksi pulih pada kuartal akhir tahun. 

"Jadi, kesimpulannya pengembang pasti melakukan revisi target penjualan antara 50 persen sampai 70 persen dari target tahun sebelumnya. Akan tetapi, hal tersebut bergantung pada subsektor pengembangnya dan realisasi kinerja pada kuartal pertama tahun ini," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top