Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BKPM Pikirkan Revisi Target Investasi Jadi Rp817 Triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan hal itu masih didiskusikan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 April 2020  |  12:58 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Abdullah Azzam
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan opsi revisi target investasi 2020 menjadi Rp817 triliun jika pandemi virus corona belum usai hingga Juli mendatang.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan hal itu masih didiskusikan. Hanya saja, menurutnya, dengan estimasi berlalunya pandemi pada Juli mendatang maka target investasi bergeser menjadi Rp817 triliun.

“Tetapi, kemudian kalau Covid-19 sampe juli, maka target direvisi menjadi Rp817 triliun,” tuturnya dalam RDP virtual dengan Komisi VI DPR, Kamis (23/4/2020).

Selain itu, laju investasi juga diperkirakan akan melambat pada kuartal II/2020. Pasalnya, dampak pandemi Covid-19 telah mempengaruhi realisasi investasi khususnya investasi asing pada kuartal I/2020.

Kemungkinan revisi target investasi, berart imemangkas potensi investasi sebesar Rp69,1 triliun dari target awal sebesar Rp886,1 triliun akibat pandemi virus Corona.

Kendati demikian, Bahlil mengatakan dengan tantangan yang ada, pihaknya berupaya untuk mengoptimalkan realisasi target investasi 2020 sesuai target.

“Selama kami ditunjang dengan fasilitas yang memadai,”tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm bahlil lahadalia
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top