Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan Minyak Berlebih, Pertamina Butuh Tambah Floating Storage

Menurut sumber Bloomberg, Pertamina untuk sementara telah mencarter setidaknya tiga tanker guna menyimpan bahan bakar bersih.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 23 April 2020  |  10:10 WIB
Pekerja di salah satu dari tiga pabrik Pertamina Lubricant. - PERTAMINA LUBRICANT.
Pekerja di salah satu dari tiga pabrik Pertamina Lubricant. - PERTAMINA LUBRICANT.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) tidak menampik kabar penambahan penyewaan unit floating storage untuk menampung minyak mentah.

Menurut sumber Bloomberg, Pertamina untuk sementara telah mencarter setidaknya tiga tanker guna menyimpan bahan bakar bersih.

Langkah ini dilakukan setelah Indonesia, salah satu importir bahan bakar terbesar di Asia, menimbang manfaat mengolah minyak mentahnya sendiri ataupun membeli bahan bakar dari luar negeri, yang menjadi lebih hemat biaya di tengah kelebihan suplai.

Menurut sumber yang identitasnya tidak diidentifikasikan tersebut, kapal-kapal tanker itu dipesan sejak akhir April dan awal Mei untuk periode minimum selama enam bulan dengan opsi tambahan untuk digunakan sebagai fasilitas floating storage di dekat Singapura atau Sungai Linggi di Malaysia.

Saat dikonfirmasi, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, masih harus mengkonfirmasi lebih lanjut terkait dengan penyewaan 3 unit floating storage tersebut.

Dia menjelaskan bahwa selama ini Pertamina menambah jumlah kapal yang dioperasikan dengan cara menyewa.

“Hal ini dilakukan untuk mengangkut dan menampung minyak mentah domestik maupun import. Kapasitas kapal yang disewa bervariasi dari ukuran 600.000 bbls sampai dengan 2 juta bbls,” katanya kepada Bisnis, Rabu (22/4/2020).

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai rencana impor minyak yang akan dilakukan Pertamina harus diperhitungkan secara matang, apakah nantinya minyak tersebut memiliki nilai keekonomian yang baik atau tidak.

Namun, untuk jangka panjang, dia menilai serapan minyak dalam negeri akan lebih baik mengingat dampak yang diberikan akan lebih besar terhadap perekonomian domestik.

“Saya sampaikan di depan harus dihitung biaya keseluruhan, jika masih murah silahkan dilaksanakan. Namun kalo jatuhnya lebih mahal jadi tidak tepat,” katanya.

Sementara itu, untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan, menurut dia strategi Pertamina untuk mendorong industri dan pemilik SPBU untuk mengoptimalkan kapasitas tanki sudah baik.

Pasalnya, hal tersebut dinilai bisa jauh lebih hemat jika dibandingkan harus menyewa storage mengingat pada saat harga minyak rendah, permintaannya menjadi meningkat dan harganya melambung.

“Saya kira itu jalan tengah yang baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Pertamina berencana mengimpor 10 juta barel minyak mentah. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan crude impor untuk menurunkan cost of goods sold (COGS) perseroan.

Selain itu, dia mengungkapkan pada saat ini, kondisi harga minyak mentah di domestik cenderung lebih tinggi, sehingga perseroan tidak bisa memaksa untuk menyerap seluruhnya dari domestik.

“Kami mengambil kesempatan minyak turun optimalkan storage yang ada. Kami beli 10 juta barel, demikian juga untuk gasoline 9,3 juta barel dan LPG 5 kali 44.000 metrik ton,” katanya, Selasa (21/4/2020).

Namun, Nicke mengungkapkan, saat ini hampir seluruh kapasitas storage perseroan telah maksimal karena lemahnya permintaan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

“Crude lagi sangat murah jadi kami lihat storage yang ada, kami izin dan dapat izin pakai storage milik KKKS. Jadi kami bisa dapat tambahan impor crude,” jelasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina minyak kapal kapal tanker
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top