Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ikatan Dokter Indonesia Desak Pemerintah Setop Angkutan Massal

Ikatan Dokter Indonesia berpendapat kunci Utama untuk melawan virus adalah dengan memutus mata rantai penularan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 April 2020  |  16:32 WIB
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Usulan penghentian operasional angkutan massal tidak hanya disuarakan oleh insan transportasi, kali ini giliran kalangan dokter.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menganggap pelarangan mudik sudah tepat untuk menghindari terjadinya gelombang kedua kasus penularan Covid-19. Kunci untuk melawan virus adalah dengan memutus mata rantai penularan.

"Kami menyarankan pemerintah menghentikan sementara operasi angkutan massal. Larangan itu perlu diterapkan untuk mempertegas keputusan pemerintah melarang mudik," kata Adib, Selasa (21/4/2020).

Dia menilai apabila pemerintah hanya sekedar melakukan pelarangan tanpa restriksi akan sulit untuk berjalan efektif. Tanpa penghentian operasional transportasi massal, dikhawatirkan masyarakat masih nekat untuk mudik.

Pihaknya mengusulkan larangan operasional diberlakukan untuk transportasi darat, laut, maupun udara. Apabila hal tersebut dilakukan, maka bisa menjadi penegas larangan mudik tahun ini.

Adib berpendapat selama pergerakan masyarakat tidak dibatasi, maka risiko penyebaran Covid-19 akan terus ada. Dampaknya, akan semakin sulit untuk memutus mata rantai penyebaran.

Menurutnya, penyebaran virus akan semakin tidak terkendali apabila mudik masih diizinkan. Para pemudik tidak hanya berisiko menyebarkan virus ke kampung halaman, tetapi juga saat kembali ke tempat perantauan.

“Jadi betapa sulitnya kita memutus mata rantai begitu perpindahan orang semakin luas,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter lebaran 2020

Sumber : Tempo.co

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top