Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimalkan Serapan Beras, Bulog Minta Pemerintah Dukung Dana Rp10 Triliun

Perum Bulog berencana mengusulkan dukungan dana untuk pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) senilai Rp10 triliun. Dana tersebut dinilai penting untuk meningkatkan serapan perusahaan di tengah meningkatnya harga gabah.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 April 2020  |  15:30 WIB
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Perum Bulog berencana mengusulkan dukungan dana untuk pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) senilai Rp10 triliun. Dana tersebut dinilai penting untuk meningkatkan serapan perusahaan di tengah meningkatnya harga gabah.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan bahwa pihaknya mengalami kendala dalam penyerapan lantaran harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) yang berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Kondisi ini terjadi meskipun pemerintah telah menaikkan HPP lewat penerbitan Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk Gabah Atau Beras pada pada 16 Maret 2020 lalu.

"Ini hanya saran saja dari Bulog kepada pemerintah, mudah-mudahan pemerintah menyiapkan stimulus khusus berupa dana cadangan untuk membeli gabah dan beras buat Bulog. Karena dalam kondisi seperti ini, kalau Bulog diminta menyerap gabah dan beras sebanyak-banyaknya dengan kredit komersial ke perbankan, ini cukup memberatkan juga. Tapi di sisi lain kami punya tugas untuk menyerap," ujar Tri dalam webinar yang digelar Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada Rabu (15/4/2020).

Dalam Permendag Nomor 24 Tahun 2020, besaran HPP yang ditetapkan untuk GKP di tingkat petani naik dari Rp3.700 per kilogram (kg) menjadi Rp 4.200 per kg. Harga acuan d tingkat penggilingan sebesar pun berubah menjadi Rp4.250, harga GKG di tingkat penggilingan Rp5.250 per kg dan di gudang Bulog sebesar Rp5.300 per kg, serta beras di gudang Perum Bulog Rp8.300 per kg.

Berdasarkan data yang dihimpun Bulog, harga GKP di tingkat penggilingan mencapai Rp5.262 per kg pada Maret. Harga GKG di tingkat penggilingan pun menyentuh Rp5.631 per kg dan harga beras di penggilingan di level Rp9.339 per kg. Tri mengemukakan memang terjadi tren penurunan harga jelang panen raya, namun harga di lapangan masih jauh di atas HPP yang diatur pemerintah.

Pada April yang bertepatan dengan puncak panen, harga GKP dan GKG sendiri diperkirakan masih berada di atas HPP. Harga GKP di penggilingan diproyeksi mencapai Rp4.977 per kg, GKG di tingkat penggilingan Rp5.436 per kg, dan harga beras di penggilingan Rp 9.101 per kg.

"Meski di Permendag sudah ada HPP yang baru, saat ini harga gabah berada di atas itu HPP. Jadi ini kesulitan juga buat kami. Di lapangan kami harus rebutan dengan swasta," jelas Tri.

Jika dikalkulasi, Tri mengatakan dana sebesar Rp10 triliun tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengadaan beras sebesar 1 juta ton. Dia mengatakan telah menyampaikan usulan ini ke Kementerian Pertanian meski keputusan final tetap berada dalam rapat koordinasi terbatas bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomia.

Di sisi lain, terdapat hal yang perlu diantisipasi jika Bulog mengusulkan tambahan dana untuk menyerap sesuai harga pasaran. Melihat peran perusahaan ini sebagai pembentuk dan stabilisator harga, Tri mengkhawatirkan harga beras justru akan terus bergerak naik.

"Tapi yang perlu diantisipasi, Bulog ini price maker, jadi harus hati-hati. Kalau Bulog diberi kesempatan menyerap di atas HPP, harga bukan turun dan justru malah naik lagi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beras Bulog cadangan beras pemerintah covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top