Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Modernland Realty (MDLN) Siap Pacu Penjualan pada Semester II/2020

Perseroan tetap mengandalkan produk residensial guna berkontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.
PT Modernland Realty Tbk/Istimewa
PT Modernland Realty Tbk/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang properti PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) siap memacu penjualan pada kuartal II/2020 menyusul tantangan hebat yang melanda industri properti selama kuartal pertama 2020. 

General Manager Investor Relation Modernland Realty Danu Pate mengatakan saat ini pihaknya masih tetap mengandalkan produk residensial untuk berkontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.

"Segmen residensial tetap menjadi kontributor, diimbangi dengan segmen industrial dengan masih banyaknya inquiry dari investor yang masuk sepanjang kuartal pertama," katanya pada Bisnis, Jumat (10/4/2020).

Danu belum bisa memberikan gambaran secara detail seberapa besar pencapaian perusahaan berkode saham MDLN tersebut pada kuartal I/2020 karena masih dalam tahap pengumpulan data dari unit bisnis.

Namun, kemungkinan besar MDLN juga terdampak sentimen virus corona jenis baru atau COVID-19 yang mulai memukul industri properti di awal tahun ini. Hanya saja, dia tetap optimistis bahwa pasar properti akan kembali lebih hidup di semester kedua.

"Kami tetap yakin dengan plan ke depan. Di segmen industrial kami punya banyak transaksi berjalan, beberapa di antaranya transaksi besar, di mana pendapatannya akan kami terima sepanjang 2020 ini," tutur Danu.

Dia juga meyakini bahwa segmen residensial akan kembali melaju pada semester kedua ini, sehingga bisa menutupi penurunan yang terjadi pada paruh pertama. Beberapa segmen residensial MDLN adalah Jakarta Garden City, Modern Cilejit, dan Kota Modern.

Sementara itu, lanjut Danu, segmen hospitality MDLN juga diyakini akan kembali pulih pada paruh kedua ini sehingga akan berkontribusi lagi kepada pertumbuhan perusahaan. 

Adapun, Danu menjawab diplomatis ketika disinggung soal target marketing sales senilai Rp4,38 triliun yang berpeluang dikoreksi pada tahun ini menyusul sentimen virus corona yang belum pasti kapan akan mereda.

"Kami masih melihat situasi yang berkembang ke depan dan berharap semoga keadaan pandemi COVID-19 ini dapat segera pulih, sehingga produktivitas pelaku bisnis dan industri kembali normal," ujarnya.

Sementara terkait perencanaan proyek, kata dia, sejauh ini masih dalam proses sambil memantau kondisi perkembangan pandemi COVID-19 dan dampaknya terhadap ekonomi dan pasar ke depan.

Salah satu proyek yang terus di progres adalah produk residensial di koridor jalan tol yang bernilai Rp3 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper