Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur BI: Kami Salah Satu Pembayar Pajak Terbesar

Jika BI mengalami surplus maka ada pajak yang akan jadi pemasukan bagi pemerintah. Hal itu menggambarkan hubungan antara BI dan pemerintah.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 09 April 2020  |  15:57 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Bisnis.com, JAKARTA--Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap institusinya merupakan salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan saat menjawab pertanyaan wartawan terkait mekanisme pembelian surat utang negara (SUN) yang akan diterbitkan pemerintah sesuai Perppu 1/2020. 
"Tentu saja antara BI dan pemerintah, kan ibaratnya [keluar] kantong kiri [masuk] kantong kanan. BI termasuk salah satu pembayar pajak terbesar, ada di lima besar," katanya saat konferensi pers virtual, Kamis (9/4/2020). 
Karena itu, Perry menuturkan jika BI mengalami surplus maka ada pajak yang akan jadi pemasukan bagi pemerintah. Hal itu menggambarkan hubungan antara BI dan pemerintah. 
Terkait mekanisme atau aturan main pembelian SUN oleh BI di pasar primer, dia menegaskan bank sentral akan menjadi last resort. 
Untuk tahap awal, pemerintah akan mencari pembiayaan dari fiskal, termasuk dari APBN (Silpa, BLBU, dan lainnya) pinjaman lembaga luar negeri (IMF, ADB, dan World Bank), dan penerbitan surat utang di luar negeri atau global bond. 
"Kalau pasar semua bisa menyerap, ya tidak perlu BI. Kalau pasar tidak menyerap, di Perppu dimungkinkan BI beli di pasar perdana. SUN dan SBN yang ditawarkan pemerintah jatuh temponya tergantung, sama saja dengan bank non bank investor asing. itu pun [BI sebagai] last resort," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak bank indonesia perry warjiyo
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top