Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tata Metal Lestari Ekspor Perdana Baja Lapis

Pada tahap awal, volume ekspor perdana produk tersebut mencapai 300 ton.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 09 April 2020  |  21:37 WIB
Seremoni ekspor produk baja PT Tata Metal Lestari ke Amerika Serikat dan Kanada. - Bisnis
Seremoni ekspor produk baja PT Tata Metal Lestari ke Amerika Serikat dan Kanada. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Tata Metal Lestari, produsen baja lapis alumunium seng dan baja lapis seng mengekspor produknya ke beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Kanada.

Stephanus Koeswandi, Vice Presiden PT Tata Metal Lestari, menuturkan bahwa volume ekspor perdana kedua jenis produk tersebut mencapai 300 ton pada tahap awal dan selanjutnya akan ditingkatkan menjadi 2.000 ton–3000 ton per bulan dengan nilai US$1,6 juta–US$2 juta. 

Menurutnya, ekspor perdana ini menunjukkan bahwa baja produksi perusahaan bisa bersaing di pasar internasional.

“Ekspor perdana ini merupakan awal dari milestone bagi BJLAS [baja lapis alumunium seng] dan BJLS [baja lapis seng) produksi PT Tata Metal Lestari agar diterima di pasar global,” jelas Stephanus melalui siaran pers, Rabu (8/4/2020).

Dia berharap agar langkah ekspor yang dilakukan perusahaan juga dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara di tengah pandemi Covid-19 yang secara perlahan mengganggu roda perekonomian di semua lini.

“Ekspansi PT Tata Metal Lestari ke luar negeri serta penggunaan produk dalam negeri ini diharapkan dapat menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia dan diharapkan akan memberi kontribusi atau pengaruh yang positif terhadap devisa negara, utamanya di tengah menurunnya kondisi ekonomi dalam negeri akibat pandemi Covid-19.”

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari mengapresiasi keberhasilan perusahaan tersebut.

Langkah ekspor, katanya, merupakan langkah yang sangat tepat. Pasalnya, saat ini utilisasi baja tengah menurun hingga 50 persen karena pemerintah tengah terfokus dalam penanganan virus corona. Namun, sesuai tupoksi, Kemenperin tetap mengawal industri-industri baja agar tetap berjalan sehingga perekonomian tetap berdenyut.

“Pada dasarnya kalau untuk baja ini kita butuh untuk pemenuhan dalam negeri sendiri. Namun, jika ekspor dilakukan oleh industri yang produknya secara suplai sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri, itu [ekspor] sebagai diversifikasi pasar.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri baja baja
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top