Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gakeslab: Produksi APD Massal, Tak Boleh Asal

APD merupakan "senjata" utama tenaga medis untuk bertahan agar tidak ikut terjangkit virus saat melayani pasien.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 April 2020  |  18:02 WIB
Pelaku UMKM V-RA Collection, Lailatul Istiqomah menunjukkan baju alat pelindung diri (APD) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/3/2020). Dinas Perdagangan Kota Surabaya mengerahkan sekitar 20 UMKM untuk membuat baju APD berbahan kain gore-tex yang akan didistribusikan oleh Dinas Kesehatan ke seluruh rumah sakit yang menangani COVID-19. ANTARA FOTO - Moch Asim
Pelaku UMKM V-RA Collection, Lailatul Istiqomah menunjukkan baju alat pelindung diri (APD) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/3/2020). Dinas Perdagangan Kota Surabaya mengerahkan sekitar 20 UMKM untuk membuat baju APD berbahan kain gore-tex yang akan didistribusikan oleh Dinas Kesehatan ke seluruh rumah sakit yang menangani COVID-19. ANTARA FOTO - Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) mengimbau para produsen alat pelindung diri (APD) yang bukan anggotanya untuk tetap mempertahankan mutu dan kualitas agar mampu melindungi tenaga medis secara optimal.

Sekretaris Jenderal Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) Randy H. Teguh mengatakan tenaga medis merupakan garda terdepan negara dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19). Apalagi, APD merupakan "senjata" utama mereka untuk bertahan agar tidak ikut terjangkit saat melayani pasien.

"Setiap produksi APD yang bukan dilakukan bukan oleh perusahaan alkes harus tetap mempertahankan mutu dan kualitas. Setiap industri yang ingin turut menyelesaikan masalah tidak boleh membuat masalah baru," kata Randy, Rabu (8/4/2020).

Dia menambahkan rencana pembelian ventilator bekas oleh pemerintah perlu mendapatkan pengawasan yang ketat. Diharapkan agar jangan seperti Belanda yang harus mengembalikan ventilator ke China karena dianggap tidak layak.

Pihaknya menyayangkan pemerintah tidak memberikan kemudahan bagi industri alkes memiliki jaringan kuat. Adapun, kemudahan justru diberikan pada seluruh industri untuk melakukan impor alkes demi memenuhi kapasitas.

Randy memaparkan yang menjadi persoalan dalam industri saat ini, yakni masalah jalur pengadaan dan arus kas akibat nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang terus melemah.

"Kami berharap dana turunan BPJS bisa dialihkan pada pihak ketiga terutama pengusaha alkes, karena obat saja bisa digunakan jika layanan medis tidak memiliki alkes yang jelas," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri apd
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top