Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Segera Terbit, Permenhub Soal Mudik Tunggu Sektor Lain

Terlebih, pembahasan tersebut menyangkut semua moda transportasi, sehingga harus menunggu koordinasi dari sektor lain.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 April 2020  |  18:56 WIB
Segera Terbit, Permenhub Soal Mudik Tunggu Sektor Lain
Gedung Kementerian Perhubungan. - Dok. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA  - Kementerian Perhubungan akan menerbitkan peraturan menteri terkait dengan kebijakan pembatasan atau physical distancing di seluruh sektor moda transportasi baik darat, laut, maupun udara.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan beleid tersebut akan dikoordinasikan oleh biro hukum kemenhub. Adapun, khusus sektor transportasi darat diklaim telah siap.

"Dalam dua tiga hari ke depan akan dilakukan pembahasan. Aturannya menyangkut jumlah kenaikan tarif, aturan physical distancing, hingga hal lainnya," kata Budi, Senin (6/4/2020).

Dia menambahkan pembatasan penaikan tarif layanan akan dibahas bersama. Terlebih, pembahasan tersebut menyangkut semua moda transportasi, sehingga harus menunggu koordinasi dari sektor lain.

Namun, dia belum bersedia untuk memerincinya, karena aturan dan pembahasannya belum selesai dilakukan.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan diketahui sedang mengkaji pelarangan penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik pada masa angkutan Lebaran 2020.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan pengaturan tersebut akan dituangkan dalam regulasi berbentuk peraturan menteri perhubungan atau permenhub. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) meluas di daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub lebaran 2020
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top