Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lamudi Catat Pencarian Properti Naik 15 Persen Kuartal I/2020

Kenaikan pencarian properti di situs Lamudi.co.id diduga terjadi akibat adanya anjuran membatasi aktivitas ke luar rumah hingga bekerja dari rumah (work from home).
Kantor baru Lamudi.co.id di Gowork, Pacifik Place, Jakarta.
Kantor baru Lamudi.co.id di Gowork, Pacifik Place, Jakarta.

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pencarian properti secara daring di situs jual beli realestat Lamudi.co.id pada kuartal I/2020 mengalami peningkatan sebesar 15 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV/2019.

Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman menyatakan bahwa kenaikan pencarian properti di situs Lamudi.co.id diduga terjadi akibat adanya anjuran membatasi aktivitas ke luar rumah hingga bekerja dari rumah (work from home).

Dengan demikian, calon konsumen dapat menghabiskan sebagian waktunya untuk mencari hunian melalui ponsel di tengah-tengah aktivitasnya tersebut.

“Properti saat ini sudah menjadi kebutuhan utama, makanya tren pencarian masih terus melonjak walaupun pada saat terjadi penyebaran virus corona [COVID-19],” kata Polman dikutip situs resmi Lamudi.co.id, Minggu (5/4/2020).

Subsektor residensial seperti rumah tapak masih menjadi incaran populer para pencari hunian dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar.

Adapun sebaran daerah yang paling banyak diincar masih didominasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Pasar properti sekunder dan primer masih bersaing dengan porsi 50:50.

Meskipun terjadi tren peningkatan, Lamudi tak dapat mencatat data ke dalam bentuk transaksi properti. Hal ini mengingat Lamudi merupakan portal properti atau marketplace sehingga transaksi jual beli terjadi di luar platform tersebut.

Sebelumnya, dia memperkirakan bahwa transaksi sektor properti akan jauh lebih meningkat setelah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19 selesai dilewati.

Polman mengatakan bahwa saat ini tak dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia masih menahan pembelian properti di tengah sentimen Covid-19 yang semakin merebak.

"Orang mungkin menunda keputusan untuk membeli rumah di tengah ketidakpastian ekonomi ini," katanya pada Bisnis, Rabu (25/3/2020).

Dalam jangka pendek, dia mengatakan bahwa untuk sementara waktu pasar properti kemungkinan besar akan menghadapi volume transaksi yang lebih rendah.

Hanya saja, dia mengatakan bahwa properti atau rumah tetap merupakan kebutuhan utama di mata masyarakat. Properti juga menurutnya memiliki eksposur yang lebih sedikit terhadap fluktuasi harga jangka pendek.

"Kemungkinan volume transaksi jangka pendek yang lebih rendah ini akan diimbangi dengan peningkatan volume transaksi begitu krisis ini sudah selesai," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper