Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apartemen Skandinavia Genjot Penjualan Usai Corona

Pengembang yang sudah mulai mencatatkan kenaikan kinerja pada awal 2020 terpaksa kembali melorot tajam pada bulan ini.
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis/Abdurachman
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kebangkitan pasar properti mulai pupus usai dihantam wabah virus corona atau Covid-19. Pengembang yang sudah mulai mencatatkan kenaikan kinerja pada awal 2020 terpaksa kembali melorot tajam pada bulan ini.

GM Marketing Apartemen Skandinavia Tangerang Hene Putro mengatakan bahwa penjualan apartemen pada Januari mulai mengalami kenaikan, disambut dengan penjualan dua kali lipat pada Februari dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Namun, setelah dikonfirmasi ada wabah Covid-19 di Indonesia, penjualan apartemen Skandinavia pada Maret melorot menyamai jumlah pada Januari.

“Jadi selama tiga bulan pertama kita sempat membukukan penjualan 45 unit ya. Karena kami mengandalkan akses ke bandara, kalau ditutup jadi kurang menarik lagi,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (3/4/2020).

Adapun, sepanjang April berjalan, Hene juga menuturkan bahwa belum ada transaksi yang terjadi.

Selain itu, penutupan mall Tangerang City juga dinilai mengurangi daya tarik penjualan apartemen Skandinavia. Pasalnya, Hene mengatakan bahwa mal tersebut merupakan salah satu destinasi rekreasi utama di kota Tangerang.

“Tangerang City ini ditutup agar tidak berkontribusi menjadi tempat penyebaran [virus]. Kami tutup mal ini dua bulan sampai 29 Mei. Orang jadi tidak ada yang berkunjung ke sini juga,” ungkap Hene.

Kendati demikian, pengembang apartemen tersebut mengatakan belum melakukan perubahan target pra penjualan selama setahun. Hene mengatakan pihaknya optimistis untuk menggenjot penjualan lagi setelah lebaran atau sekitar Mei dan Juni.

“Karena alau diperhatikan dari sisi penjualan kita agresif pameran di 15 tempat, pasar billboard juga. Kita simpan semua itu untuk tiga bulan ke depan, nanti setelah itu coba double up dengan kondisi yang sudah mulai aktif,” ujarnya.

Adapun, saat ini pengembang hanya bisa berupaya mendorong agar tim pemasaran tetap bekerja dan melakukan follow up kepada konsumen sehingga transaksi tetap terjadi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper