Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Utang Garuda 500 juta Dolar dan Jatuh Tempo Juni, Erick Thohir: Terberat

Pasalnya, Garuda Indonesia memiliki utang 500 juta dolar yang hatuh tempo Juni ini. Rencana yang sudah disusun manajemen, buyar akibat virus Corona. Selain Garuda, ada Bulog.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 April 2020  |  20:22 WIB
Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, mengatakan bahwa utang sejumlah perusahaan pelat merah bakal jatuh tempo pada tahun ini, salah satunya Garuda Indonesia. Utang perusahaan maskapai itu akan jatuh tempo pada Juni 2020.

"Garuda yang terberat karena ada utang 500 juta dolar yang akan jatuh tempo," ujar dia dalam rapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat (3/4/2020). Masalah dari perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama Irfan Setiaputra itu semakin berat lantaran industri penerbangan tengah ambruk dihantam wabah Virus Corona (Covid-19).

Sebelum adanya wabah Corona, ia mengatakan bersama dengan Garuda telah menemukan jalan keluar. Caranya adalah dengan memaksimalkan penerbangan haji dan umrah, menutup penerbangan luar negeri yang tidak efisien, dan mengutamakan penerbangan domestik. "Awalnya baik, tapi karena sekarang ditutup semua, sudah tentu arus kas sangat negatif."

Selain Garuda, Perum Bulog juga mengalami tekanan dari utang jangka pendek karena keterbatasan kas dan penumpukan inventori. Adapun utang jangka pendek itu berasal dari Himbara.

"Alhamdulillah kami sudah bicara dengan Bulog dan Menteri Sosial, serta beberapa menteri, dan sesuai kebijakan Perppu, inventori akan digelontorkan sebagai bansos kepada rakyat," tutur Erick. Kemudian, Erick Thohir berujar, PLN juga mengalami commitment off balance sheet yang mengindikasikan suku bunga efektif tinggi dan peningkatan subsidi signifikan.

Berikutnya, kata Erick, BUMN Karya juga menghadapi fixed coupon obligasi jangka panjang dengan kondisi tingkat bunga yang rendah. "Karya-karya itu sekarang proyeknya jangka panjang tapi dibiayai Himbara dengan pinjaman jangka pendek," tuturnya.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, Erick mengatakan telah mendapat solusi bersama dengan Kementerian Keuangan. Ia mengatakan utang jangka pendek itu akan coba diubah menjadi jangka panjang. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa tetap berjalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia Virus Corona

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top