Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Maskapai Berjadwal Lebih Rentan Hadapi Risiko Corona, Kenapa?

Hingga saat ini, maskapai berjadwal nasional telah berupaya melakukan beberapa langkah antisipasi untuk menekan angka kerugian selama wabah corona menyebar di Indonesia.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  14:10 WIB
Pesawat Lion Air menjadi latar belakang para calon penumpang di Bandara Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (12/2/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Pesawat Lion Air menjadi latar belakang para calon penumpang di Bandara Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (12/2/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai maskapai berjadwal justru lebih rentan dalam menghadapi situasi wabah virus corona (Covid-19) dibandingkan dengan maskapai tidak berjadwal atau charter.

Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja berpendapat maskapai berjadwal justru lebih rentan terkena dampak negatif dibandingkan dengan maskapai tidak berjadwal. Hal tersebut bisa dilihat pada karakteristik penggunanya.

"Pengguna maskapai berjadwal mayoritas adalah perorangan yang merencanakan perjalanan dalam waktu dekat. Sementara, pengguna maskapai tidak berjadwal sebagian besar adalah perusahaan yang sudah melakukan kontrak sejak awal tahun dan biasanya menggunakan mata uang dolar AS," kata Denon kepada Bisnis.com, Senin (30/3/2020).

Dia menyebut di tengah wabah corona ini, masyarakat akan cenderung membatasi atau mengurangi perjalanan karena untuk mencegah kerumuman sekaligus melakukan physical distancing. Dampaknya, animo penumpang pada maskapai berjadwal akan menurun drastis.

Kondisi tersebut, imbuhnya, berbeda dengan pengguna maskapai tidak berjadwal. Beberapa perusahaan seperti tambang ataupun minyak dan gas tetap menjalankan kontrak kendati ada kemungkinan juga untuk membatasi perjalanan.

Kendati demikian, kata dia, tidak semua maskapai charter ini mampu menghadapi masalah tersebut. Apalagi, ada beberapa maskapai tidak berjadwal yang melayani penerbangan perintis dengan menggantungkan pendapatan dari penumpang di daerah terpencil (remote area).

Pihaknya menambahkan maskapai berjadwal nasional telah berupaya melakukan langkah antisipasi untuk menekan angka kerugian yang diderita selama wabah corona menyebar di Indonesia. Upaya tersebut antara lain dengan memilih opsi tutup operasi sementara, merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Virus Corona inaca
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top