Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sriwijaya Air Bantah Sudah Mulai PHK Karyawan

Pengoperasian rute penerbangan masih diupayakan agar berjalan normal sesuai dengan permintaan pelanggan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  09:59 WIB
Sriwijaya Air. - JIBI/Nurul Hidayat
Sriwijaya Air. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Sriwijaya Air Group mengklaim tidak ada bentuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan kendati sedang menghadapi masa sulit bisnis penerbangan di tengah perang melawan virus corona atau Covid-19.

Head of Vice President of Corporate Secretary at Sriwijaya Air Adi Willi Hanhari membantah kabar yang menyatakan bahwa maskapai milik keluarga Chandra Lie ini sudah melakukan PHK terhadap karyawannya.

"Sebagian besar karyawan saat ini memang 'dirumahkan', tetapi untuk mengikuti anjuran pemerintah berupa work from home. Namun, tidak sampai di-PHK," kata Willi kepada Bisnis.com, Senin (30/3/2020).

Dia menambahkan pengoperasian rute penerbangan masih diupayakan agar berjalan normal sesuai dengan permintaan pelanggan. Kendati demikian, tidak dipungkiri ada beberapa rute yang ditutup aksesnya, sehingga maskapai harus melakukan pembatalan penerbangan.

Pihaknya mengakui wabah corona menjadikan tingkat keterisian kursi pesawat (seat load factor/SLF) menurun drastis. Akan tetapi, persentase penurunan tersebut belum bisa disampaikan karena harus melakukan penghitungan terlebih dulu.

Padahal, saat ini maskapai milik keluarga Chandra Lie tersebut sedang berjuang untuk melakukan normalisasi operasional pesawat dengan melakukan peningkatan kapasitas.

Pada Januari 2020, Direktur Utama Sriwijaya Air Group Jefferson I. Jauwena mengatakan total pesawat yang dimiliki sebanyak 40 unit terdiri atas 24 unit dari Sriwijaya Air dan 16 unit dari NAM Air. Namun, yang dioperasikan masing-masing hanya 14 unit dan 11 unit.

Dia berencana meningkatkan alat produksi untuk Sriwijaya Air sebanyak tiga unit pesawat dari armada yang sebelumnya masih dalam perawatan (maintenance) menjadi kembali beroperasi (return to service). Peningkatan alat produksi bisa membuat maskapai meningkatkan frekuensi ataupun menambah rute penerbangan.

Sebelumnya, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memprediksi pandemi virus Covid-19 yang berlarut tanpa adanya insentif berisiko menimbulkan gelombang PHK dari maskapai.

Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja mengatakan maskapai telah berupaya melakukan langkah antisipasi untuk menekan angka kerugian yang diderita selama wabah corona menyebar di Indonesia. Upaya yang dilakukan antara lain menghentikan operasi sementara dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi, dan karyawan pendukung lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sriwijaya air Virus Corona inaca
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top