Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembatasan Sosial Diperketat, Ini Tanggapan Pengusaha Logistik

Pelaku usaha meminta arus lalu lintas logistik tidak boleh terhambat kendati pembatasan sosial berskala besar diberlakukan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  19:32 WIB
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi (kanan), memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum Budi Paryanto, saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (20/3). - JIBI/Dwi Prasetya
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi (kanan), memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum Budi Paryanto, saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (20/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) memastikan bahwa jasa logistik akan tetap berjalan meski opsi karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar akan diberlakukan.

Ketua DPP Asperindo Mohamad Feriadi mengemukakan bahwa logistik akan menjadi struktur penting dalam menjamin pasokan kebutuhan masyarakat.

Dia pun telah berkomunikasi dengan pemerintah untuk memastikan bahwa operasional jasa logistik tak akan menghadapi hambatan meski skenario karantina wilayah diberlakukan.

"Logistik tidak boleh ada hambatan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok dan obat-obatan yang menyangkut hajat orang banyak. Kalau terhambat tentu masyarakat yang merasakan kerugian," kata Feriadi kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Dalam hal antisipasi untuk tetap menjaga operasional, Feriadi meyakini para anggota pun telah menyiapkan strategi masing-masing.

"Meski corona dianggap sebagai masalah, banyak juga yang melihatnya sebagai peluang mengingat belanja daring semakin meningkat karena konsumen tak meninggalkan rumah," ujarnya.

Dia pun mengemukakan sejumlah kelompok barang mengalami peningkatan frekuensi dan volume pengiriman, seperti alat kesehatan dan obat-obatan. Di sisi lain, produk makanan dan fesyen pun masih menunjukkan tren yang baik.

"Saya pastikan logistik akan tetap berjalan karena kami sudah dapat kepastian dari pemerintah logistik tidak boleh terhambat."

Adapun, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan Sihard Hajopan Pohan memberikan jawaban diplomatis ketika ditanyai mengenai kesiapan logistik dan distribusi dalam situasi karantina wilayah, terutama untuk kebutuhan pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

"Jika ditetapkan situasi karantina wilayah, distribusi logistik bapok dipastikan tetap jalan dan tidak dihambat," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top